Monday, 7 May 2012
Promo Lesbi, Hina Nabi, Lecehkan Al-Qur’an
Sebagian pegiat legalisasi
homoseksual dan lesbianisme, tampaknya menjadikan Nabi Luth a.s. sebagai
sasaran kebencian dan umpatan mereka. Al-Quran memang menggambarkan
perjuangan Nabi Luth a.s. yang begitu berat dalam menghadapi kemunkaran
yang dikerjakan kaumnya, sehingga Nabi Luth diusir dari kampungnya.
Al-Quran menggambarkan perjuangan Nabi Luth sebagai berikut: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya:
“Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah
dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian
mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita;
malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain
hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka
adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami
selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk
orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada
mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang
yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).
Di dalam Surat Hud ayat 82 dikisahkan: “Maka
tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di
atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari
tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”
Kerusakan perilaku seksual kaum Luth ini juga ditegaskan oleh Rasulullah saw:
“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah).
Dalam Tafsir Al-Azhar,
Prof. Hamka menjelaskan, bagaimana sangat merusaknya penyakit ’kaum
Luth’, sehingga mereka diazab dengan sangat keras oleh Allah SWT. Hamka
sampai menyebut bahwa perilaku seksual antar sesama jenis ini lebih
rendah martabatnya dibandingkan binatang.
Binatang saja, kata Hamka, masih tahu mana lawan jenisnya. Hamka mengutip sebuah hadits Rasulullah saw.: “…
dan apabila telah banyak kejadian laki-laki ’mendatangi’ laki-laki,
maka Allah akan mencabut tangan-Nya dari makhluk, sehingga Allah tidak
mempedulikan di lembah mana mereka akan binasa.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, dan at-Tabhrani).
Hamka menulis dalam Tafsirnya
tentang pasangan homoseksual yang tertangkap tangan: “Sahabat-sahabat
Rasulullah saw. yang diminta pertimbangannya oleh Sayyidina Abu Bakar
seketika beliau jadi Khalifah, apa hukuman bagi kedua orang yang
’mendatangi’ dan ’didatangi’ itu, karena pernah ada yang tertangkap basah, semuanya memutuskan kedua orang itu wajib dijatuhi hukuman mati.” (Lihat, Tafsir al-Azhar, Juzu’ 8).
Bisa digambarkan, betapa gundah dan marahnya kaum homo dan lesbi beserta para pendukungnya, terhadap sosok Nabi Luth yang mencoba menghentikan budaya syahwat merdeka pada kaum liberal di masa itu. Sebuah situs http://www.savethe males.ca, pada 16 Oktober 2004, menulis berita tentang Irshad Manji dengan judul ”Lesbian Muslim Reformer is a New World Orderly.” Ditulis: ”Muslim ”reformer” and lesbian activist Irshad Manji, 35, symbolizes the globalist push to extinguish true religion and enslave humanity.”
Tentang akitivitas Irshad Manji dalam mendukung dan mempromosikan lesbianisme bisa dilihat dalam situsnya: www.irshadmanji.com.
Kaum liberal pun membanggakannya sebagai sosok ”lesbian” yang – katanya
– gigih melakukan ijtihad. Seorang aktivis liberal membanggakan Irshad
Manji dengan menulis judul artikel dalam Jurnal Perempuan (edisi khusus Lesbian, 2008) berjudul: Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad. Ditulis di jurnal ini: ”Manji sangat layak menjadi inspirasi kalangan Islam khususnya perempuan di Indonesia.”
Sebuah contoh gugatan terhadap
sosok Nabi Luth a.s. ditunjukkan oleh sekumpulan mahasiswa Fakultas
Syariah IAIN Semarang yang menerbitkan Jurnal JUSTISIA. Pada Edisi 25, Th XI, 2004, diturunkan laporan utama berjudul ”Indahnya Kawin Sesama Jenis”. Dengan gagahnya, redaksi menulis pengantar: “Hanya
orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu
yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun
dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis.
Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah
berhasil bahkan kebablasan.”
Selanjutnya, artikel-artikel di Jurnal itu diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual”, (Semarang:Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005). Disebutkanlah strategi ke arah legalisasi perkawinan sesame jenis (homo dan lesbi), yaitu: (1)
mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut
hak-haknya yang telah dirampas oleh negara, (2) memberi pemahaman kepada
masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah
sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak
mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung
setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya, (3) melakukan
kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep
pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, (4) menyuarakan
perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus
antara laki-laki dan wanita.” (hal. 15).
Hina Nabi lecehkan al-Quran
Para penyokong gerakan legalisasi homoseksual ini
berani membuat tafsir baru atas ayat-ayat al-Quran, dengan membuat
tuduhan-tuduhan keji terhadap Nabi Luth. Seorang penulis dalam buku ini,
misalnya, menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk
kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin
agamanya secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan
ulang secara kritis atas doktrin tersebut. Si penulis kemudian mengaku
bersikap kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan
homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam al-Quran surat
al-A’raf :80-84 dan Hud :77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari
faktor kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya
dengan dua laki-laki, yang kebetulan homoseks.
Ditulis dalam buku ini sebagai berikut : ‘’Karena keinginan
untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa.
Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth
bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth.
Tapi, oleh Luth, malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap
mendukung kedua laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth
menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut?
Sejauh yang saya tahu, al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi
kebencian Luth terhadap kaum homo disamping karena faktor kecewa karena
tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang
salah terhadap kaum homo.” (hal. 39).
Cercaan terhadap Nabi Luth dan al-Quran terus dilanjutkan berikut ini: “Luth yang mengecam orientasi seksual sesama
jenis mengajak orang-orang di kampungnya untuk tidak mencintai sesama
jenis. Tetapi ajakan Luth ini tak digubris mereka. Berangkat dari
kekecewaan inilah kemudian kisah bencana alam itu direkayasa. Istri
Luth, seperti cerita al-Quran, ikut jadi korban. Dalam al-Quran maupun
Injil, homoseksual dianggap sebagai faktor utama penyebab dihancurkannya
kaum Luth, tapi ini perlu dikritisi… saya menilai bencana alam tersebut
ya bencana alam biasa sebagaimana gempa yang terjadi di beberapa
wilayah sekarang. Namun karena pola pikir masyarakat dulu sangat
tradisional dan mistis lantas bencana alam tadi dihubung-hubungkan
dengan kaum Luth…. ini tidak rasional dan terkesan
mengada-ada. Masa’, hanya faktor ada orang yang homo, kemudian terjadi
bencana alam. Sementara kita lihat sekarang, di Belanda dan Belgia
misalnya, banyak orang homo nikah formal… tapi kok tidak ada bencana
apa-apa.” (hal. 41-42).
****
Para mahasiswa tersebut – saat itu – sedang menimba
ilmu di sebuah Perguruan Tinggi yang menyandang nama Islam, juga nama
“Walisongo” (IAIN Walisongo Semarang). Para Wali itu
adalah penyebar dan pendakwah Islam yang sangat gigih di Tanah Jawa.
Wali Songo tidak bermain-main dalam masalah agama. Para Wali Songo bersikap tegas terhadap penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh Syekh Siti Jenar.
Di dalam tradisi keilmuan Islam, sangat ditekankan masalah adab, bukan hanya kebebasan berpikir dan berbicara. Tiap
manusia harus memahami adab bicara. Pemain bola di Eropa ada yang
dihukum karena bicara bernada rasis. Seorang anak juga tidak bebas
bicara kepada orang tuanya dengan – misalnya – bertanya kepada ayahnya:
“Ayah, benarkah saya anak ayah? Tolong buktikan secara ilmiah!”
Adab juga menekankan sikap “tahu diri”. Tidak
gampang bicara dan menulis sesuka hati, tanpa merujuk kepada pendapat
para ulama yang punya otoritas tafsir ilmu al-Quran. Di dalam tiap
bidang keilmuan, kita mengakui adanya otoritas. Tidak semua manusia bebas bicara dalam soal keilmuan. Contohnya,
pelawak Thukul dan Prof. Mahfud MD sama-sama manusia. Tetapi, nilai
kata-kata keduanya tidaklah sama saat bicara tentang arti pasal-pasal
dalam UUD 1945. Dalam bidang ekonomi, begitu juga. Kita
mengakui ada otoritas keilmuan dari para pakar ekonomi yang sudah diakui
tingkat keilmuannya oleh komunitas ilmuwan internasional di bidang
tersebut. Dalam bidang Fisika, kita akan tertawa geli jika ada mahasiswa
baru belajar rumus-rumus dasar fisika lalu berterak-teriak, bahwa
Newton, Einstein, Stephan Hawking, Habibie, ternyata bodoh semua!
Adalah suatu kehancuran besar, jika adab keilmuan ini tidak ditegakkan dalam bidang Ulumuddin. Jika
kita mengakui al-Quran adalah Kitab wahyu yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW, maka logikanya pasti kita mengakui, bahwa manusia yang
paling memahami al-Quran adalah Nabi Muhammad SAW. Kemudian, Nabi SAW
menunjuk sejumlah sahabatnya yang beliau sebut sangat ahli dalam Tafsir
al-Quran, seperti Ibnu Abbas dan Abdullah bin Mas’ud. Berikutnya, muncul
para ahli tafsir al-Quran dari kalangan Tabi’in, Tabi’it Tabi’in, dan seterusnya.
Sebagaimana dalam bidang Ilmu Ekonomi, Ilmu Fisika,
dan sebagainya, Ilmu Tafsir juga merupakan ilmu yang sudah sangat
matang perkembangannya dalam tradisi keilmuan Islam. Begitu juga Ilmu
Ushul Fiqih, Ilmu Fiqih, Ilmu Nahwu, Ilmu Sharaf, Ilmu Kalam. Jika
hendak belajar Tafsir al-Quran, seharusnya orang mau merujuk kepada
ilmuwan atau ulama yang memahami Ilmu Tafsir al-Quran.
Jika ditelaah dengan sedikit cermat
saja, tampak bahwa Irshad Manji bukanlah orang yang punya otoritas
memadai dalam pemahaman al-Quran. Itu bisa dilihat dalam bukunya, ”Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini”, yang bisa di-unduh di situsnya. Dalam buku ini, Irshad
Manji, menyandarkan keraguannya terhadap al-Quran pada pendapat
Christoph Luxenberg (seorang pendeta Kristen asal Lebanon yang
menyembunyikan nama aslinya). Kata Manji: ”Jika al-Quran dipengaruhi
budaya Yahudi-Kristen – yang sejalan dengan klaim bahwa al-Quran
meneruskan wahyu-wahyu sebelumnya – maka bahasa Aramaik mungkin telah
diterjemahkan oleh manusia ke dalam bahasa Arab. Atau, salah
diterjemahkan dalam kasus hur, dan tak ada yang tahu berapa banyak lagi
kata yang diterjemahkan secara kurang tepat. Bagaimana jika semua ayat
salah dipahami?” (hal. 96).
Pendapat Christoph Luxenberg menyatakan
bahwa selama ini umat Islam salah memahami al-Quran, yang seharusnya
dipahami dalam bahasa Syriac. Tentang surga, dengan nada sinis Manji menyatakan, bahwa ada human error yang masuk ke dalam al-Quran. Menurut
riset yang baru, tulis Manji, yang diperoleh para martir atas
pengorbanan mereka adalah kismis, dan bukan perawan. “Nah, bagaimana
bisa Al-Quran begitu tidak akurat?” tulisnya.
Pendapat Luxenberg yang
dicomot begitu saja oleh Irshad Manji bahwa bahasa al-Quran harus
dipahami dalam bahasa Aramaik telah ditulis dalam buku “Die syro-aramaeische Lesart des Koran: Ein Beitrag zur Entschluesselung der Koransprache”. Pendapat
Luxenberg pun sangat lemah dan sudah banyak artikel ilmiah yang
menanggapinya. Dr. Syamsuddin Arif telah mengupas masalah ini secara
tajam dalam bukunya, “Orientalis dan Diabolisme Intelektual”.
Menurut Syamsuddin, Professor Hans Daiber, misalnya, memberikan
seminar terbuka tentang karya Luxeberg itu selama satu semester penuh
di Departemen Orientalistik Universitas Frankfurt, dimana ia ungkapkan
sejumlah kelemahan-kelemahan buku itu secara metodologi dan filologi. Salah satu kelemahan Luxenberg, misalnya, untuk
mendukung analisis dan argumen-argumennya, mestinya Luxenberg merujuk
pada kamus bahasa Syriac atau Aramaic yang ditulis pada abad ke-7 atau 8
Masehi (zaman Islam), dan bukan menggunakan kamus bahasa Chaldean abad
ke-20 karangan Jacques E. Manna terbitan tahun 1.900!
Jadi, penghormatan berlebihan
terhadap Irshad Manji, merusak dua hal sekaligus: otoritas keilmuan
Islam dan juga asas-asas akhlak Islam. Kita yakin, masih banyak ulama,
cendekiawan, dan kalangan umat Islam yang sadar dan cinta akan agamanya.
Kita cinta negeri kita, sehingga kita berharap, negeri Muslim terbesar
ini tidak menjadi tong sampah pemikiran! Wallaahu a’lam bil-shawab.
Sumberl: http://adianhusaini.com
(Dr. Adian Husaini, MA. Depok, 5 Mei 2012).
Tuesday, 1 May 2012
MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR ANAK
Seringkali orang tua mengeluh
tentang masalah belajar anaknya. Di satu sisi orang tua mengharapkan
anaknya mengalami proses belajar dan sukses dalam akademis, namun di sisi lain
mengalami frustasi bagaimana memotivasi anak memiliki kegemaran belajar bukan
karena dia diharuskan belajar.
Orang tua sangat memiliki
peran penting dalam membangun semangat belajar anak. Pendampingan diperlukan
selama anak masih bergantung pada peran serta orang tua. Dalam
pendampingan, hubungan yang baik antara orang tua dan anak akan memudahkan
komunikasi. Berikut adalah prinsip-prinsip dalam menumbuhkan semangat
belajar pada anak.
Teladan orang tua
dalam memandang perlunya belajar. Sebelum membicarakan tentang minat anak itu sendiri,
perlu menjadi perhatian orang tua adalah pentingnya memberikan teladan belajar
di rumah. Jangan sampai sebagai orang tua menyuruh bahkan memarahi anak
untuk belajar sementara orang tua malah nonton TV atau melakukan hal-hal
lainnya yang membuat anak berpendapat belajar adalah hal yang sangat
membosankan. Orang tua perlu memberikan contoh ‘belajar’ dalam kehidupan
sehari-hari sehingga belajar bukan menjadi beban bagi anak-anak tetapi menjadi
gaya hidup. Selain itu menjadi orang tua yang gemar membaca akan membawa
teladan bagi anak-anaknya. Jika orang tua suka membaca dan belajar, maka
anak akan lebih mudah untuk menirunya.
Ciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak. Misalnya, orang tua ikut duduk dan mendampingi anak belajar di sebelah mejanya, atau sekadar menanyakan bagaimana dia menyelesaikan tugas sekolah sepanjang hari itu. Buatlah belajar menjadi proses yang menyenangkan. Tidak perlu banyak marah dan tekanan. Selain itu orang tua perlu memahami karakteristik belajar anak. Apakah si anak auditory learning, visual learning atau kinesthetic learning. Hal ini perlu dipahami agar tidak salah menciptakan gaya belajar yang efektif untuk anak. Jangan takut untuk menanyakan kepada anak bagaimana dia memilih cara belajar yang nyaman. Yang terpenting, sebagian anak-anak sangat suka belajar dari orang tua dengan proses informal: berdiskusi, suasana humor, saat makan, atau rekreasi bersama.
Beritahukan kepada
anak tujuan mereka belajar. Banyak anak sebenarnya pandai, namun lingkungan kurang
menantang dia untuk berusaha. Beberapa anak sudah puas dengan nilainya dan
enggan berusaha lebih. Karena itu, orang tua dan guru perlu bekerja sama untuk
mendorong anak menemukan tujuan belajar atau cita-cita hidupnya. Anak
perlu mengerti hubungan antara sekolah dan bekerja. Oleh karena itu,
orang tua perlu meluangkan waktu untuk mendiskusikan cita-cita anak dan
bagaimana mereka bisa meraihnya. Tanamkan dalam pikiran mereka bahwa
salah satu cara untuk menjadi orang yang berhasil mencapai cita-cita adalah
dengan rajin belajar dan sekolah. Ini penting dilakukan ketika anak
menginjak masa remaja awal. Berikan padanya ide yang menyangkut
pendalaman hobi atau pekerjaan yang ingin ditekuninya kelak. Jika
memungkinkan, ajaklah mereka ke kantor atau mengerjakan beberapa pekerjaan ringan
di waktu libur. Secara berkala, evaluasi anak dan jangan segan mengubah
atau membuat target baru. Kalau perlu catat dan tempelkan di dinding ruang
belajarnya.
Kembangkan kecerdasan
anak dengan
mempelajari hal-hal lain selain pelajaran sekolah. Belajar, sebenarnya
tidak sekadar mengulang pelajaran di sekolah, namun belajar adalah hal yang
sebaiknya tetap dilakukan. Orang tua perlu memperhatikan pelajaran apa yang
paling disukai dan tidak ia sukai. Jika anak-anak Anda bisa mengikuti
pelajaran sekolah dengan baik, ajaklah mereka untuk mempelajari hal lain selain
pelajaran sekolah. Jika Anda sudah mengetahui bakat anak sejak dini, akan
lebih mudah bagi Anda untuk mengembangkan kecerdasan majemuknya (multiple
intelligences) saat anak masuk sekolah formal.
Ketika memasuki usia remaja, beberapa anak biasanya mengalami kemunduran dalam semangat belajar. Ini gejala yang normal, karena pikiran mereka sudah mulai bercabang. Mereka mulai tertarik untuk memikirkan teman sebaya (peer group), diri sendiri, hobi, keluarga (orang tua dan saudara), pelajaran, dan sebagainya. Daripada memarahi mereka, lebih baik Anda membangun hubungan yang lebih baik dan menumbuhkan rasa percaya dalam diri mereka kepada Anda.
Ketika memasuki usia remaja, beberapa anak biasanya mengalami kemunduran dalam semangat belajar. Ini gejala yang normal, karena pikiran mereka sudah mulai bercabang. Mereka mulai tertarik untuk memikirkan teman sebaya (peer group), diri sendiri, hobi, keluarga (orang tua dan saudara), pelajaran, dan sebagainya. Daripada memarahi mereka, lebih baik Anda membangun hubungan yang lebih baik dan menumbuhkan rasa percaya dalam diri mereka kepada Anda.
(Sumber: Julianto Simanjuntak, MDiv, MSi - LK3)
PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DI HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Assalamualaikum warahamtullahi
wabarakatuh,
Hadirin sekalian yang berbahagia, Untuk mempersiapkan generasi emas tersebut, telah disiapkan kebijakan yang sistemiatis, yang memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal secara masif. Untuk itu, mulai tahun 2011 telah dilakukan gerakan pendidikan anak usia dini, penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, penyiapan pendidikan menengah universal (PMU) yang insya Allah akan dimulai tahun 2013. Di samping itu, perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses secara khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi berkemampuan akademik. Hadirin, peserta upacara yang berbahagia, Akhirnya, kami mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional kepada semua pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, penggiat dan pecinta dunia pendidikan di seluruh tanah air. Semoga apa yang kita tanam dan semai dalam dunia pendidikan selama ini, menjadi bagian dari amal kebajikan. Kita semua ingat ungkapan bijak, ”Semai dan tanamlah biji dari tumbuhan yang kamu miliki meskipun kamu tahu esok akan mati.” dan “Siapa yang menanam, dia yang akan memetik”. Marilah kita berlomba-lomba menanam kebaikan. Insya Allah kita dan anak cucu kita akan memperoleh kebaikan itu. Amin. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Jakarta, 2 Mei 2012 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad NUH
Monday, 30 April 2012
CONTOH-CONTOH JUDUL TESIS PENDIDIKAN
Disini
terdapat contoh tesis pendidikan, diantara yang berhubungan dengan Penelitian
Tindakan Sekolah ataupun Penelitian Tindakan Kelas. Untuk mempermudah sudah
dilakukan pengkategorian.
TESIS
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, TESIS PENDIDIKAN BAHASA, TESIS BAHASA
INGGRIS, TESIS PENDIDIKAN BIOLOGI, TESIS PENDIDIKAN BK
(BIMBINGAN KONSELING) , TESIS PENDIDIKAN MMF (FARMASI), TESIS
PENDIDIKAN FISIKA, TESIS PENDIDIKAN IPS GEOGRAFI, TESIS PENDIDIKAN
IPA, TESIS PENDIDIKAN IPS , MANAJEMEN PENDIDIKAN, TESIS
PENDIDIKAN MATEMATIKA , PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, DLL
TESIS
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Berikut
ini adalah daftar judul-judul untuk Tesis Pendidikan Agama Islam. Dengan
bermacam studi kasus yang diangkat dapat membantu dalam penyelesaian tugas
akhir Anda. Sebagai referensi atau gambaran untuk tugas akhir Anda bila mana
terdapat studi kasus yang tidak terlalu berbeda dengan studi kasus yang Anda
angkat. Tesis Pendidikan Agama Islam banyak mengankat tentang kehidupan
beragama seperti pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku sehari-hari
dan studi tentang perbaikan akhlak.
- REKONSTRUKSI KONSEP DASAR ILMU UPAYA MENGINTEGRASIKAN ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM. (SUATU TELAAH EPISTIMOLOGI) (Ma.G, 2001)
- NILAI -NILAI ISLAM DALAM TRADISI GADAI PADA MASYARAKAT BANJA KODYA BANJARMASIN. (MaG, 2001)
- EPISTIMOLOGI HUKUM ISLAM MUHAMMAD ABDUH. (1998)
- IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN VISIONER DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM. (STUDI DI MA AL-IRSYAD DEMAK JAWA TENGAH). (2007)
- PERANAN PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI PROSES PEMBEBASAN MANUSIA DARI BERBAGAI PROBLEM KEHIDUPAN
- HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENGALAMAN IBADAH SISWA KELAS VI SD SE GUGUS 4 DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN PANJATAN KABUPATEN KULON PROGO TAHUN AJARAN 2002/2003
- PENILAIAN PORTOFOLIO PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KONTEKS PELAKSANAAN KELAS DI SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KECAMATAN MUNTILAN MAGELANG
- PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (PANDANGAN ISLAM TENTANG MANUSIA, SIFAT, TUJUAN PENCIPTAAN DAN PERANAN AKALNYA) , 04
- LANDASAN ILMU PENDIDIKAN NUBUWAH
- PARTISIPASI PONDOK PESANTREN DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KABUPATEN MAGELANG , 03
- PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT TERHADAP PENGALAMAN NILAI-NILAI ISLAMI BAGI SISWA MTSN MODEL SAMARINDAA, 03
- PLURALISME AGAMA, PASCA MODERNISME DAN PENDIDIKAN AGAMA DI INDONESIA (TELAAH BUKU TEKS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMU), 02
- PENDIDIKAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA IBU BEKERJA DI KOTA SAMARINDA – 03
- SISTEM PENDIDIKAN NILAI AGAMA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MADRASAH ALIYAH WAKHID HASYIM GATEN SLEMAN YK (TINJAUAN TENTANG GURU DALAM INTERAKSI EDUKATIF), 03
- PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM (TINJAUAN KASUS PGSD IKIP NEGERI GORONGTALO), 02
- REKONSTRUKSI KONSEP DASAR ILMU UPAYA MENGINTEGRASIKAN ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM (SUATU TELAAH EPISTIMOLOGI), 01
- EPISTIMOLOGI HUKUM ISLAM MUHAMMAD ABDUH, 98
- NILAI-NILAI ISLAM DALAM TRADISI GADAI PADA MASYARAKAT BANJAR DI KOTAMADYA BANJARMASIN, 01
- MODEL STRUKTURAL RELIGIUS TERHADAP AKTUALISASI PERILAKU RELIGIUS SISWA SMUN KOTA YOGYAKARTA
- PENGARUH PRESTASI PELAJARAN AGAMA TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI KAB BANTUL
- PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENINGKATAN AKHLAK SISWA (STUDI KASUS PEMBINAAN SISWA SMP N 2 GIRIWOYO)
- PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM PELAKSANAAN PENGAJARAN FIQH DI MTsN
- MODEL MENGATASI KEKERASAN SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA (STUDI DESKRIPTIF ANALITIK DI MTsN I YK)
- PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENGEMBANGAN SDM ”PANDANGAN ISLAM TENTANG MANUSIA, SIFAT, TUJUAN, PENCIPTAAN DAN PERANAN AKALNYA”
- PARTISIPASI PONDOK PESANTREN DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KAB MAGELANG
- PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAK MULIA TERHADAP PELAKSANAAN IBADAH SHOLAT SISWA ”STUDI KASUS DI SLTP N I DLINGO BANTUL”
- PERUBAHAN PERILAKU KEAGAMAAN SANTRI MANULA (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN JOMO KAUMAN PAYAMAN)
- LANDASAN ILMU PENDIDIKAN NUBUWA (SEBUAH STUDI EKSPLORATIF DARI KITAB SUCI AL QUR’ AN)
- METODE PENUGASAN DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SLTP TAMAN SISWA BANTUL YK
- STUDI TENTANG PENERAPAN METODE PENGAJARAN DALAM PEMBELAJARAN AL QUR’AN HADIST DI MTsN BBABDAN BARU SLEMAN
- VISI PENDIDIKAN ETIKA LINGKUNGAN ALAM DALAM AL QUR’AN
- PENINGKATAN PEREMPUAN DALAM PRESPEKLTIF PENDIDIKAN ISLAM
- PERANAN PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI PROSES PEMBEBASAN MANUSIA DARI BERBAGAI PROBLEM KEHIDUPAN
- PENDIDIKAN KESEHATAN MANUSIA MENURUT PENDEKATAN AJARAN ISLAM
- HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENGAMALAN IBADAH SISWA KELAS VI SD SEGUGUS 4 DINAS PENDIDIKAN KEC PANJATAN KULON PROGO TH AJARAN 2002/2003
- GERAKAN KELUARGA SAKINAH (STUDI PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELOMPOK KELUARGA SAKINAH DI KAB TEMANGGUNG)
- REKONSTRUKSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH KEAGAMAAN NEGEI SURAKARTA (PENDEKATAN TQM)
TESIS
PENDIDIKAN BAHASA
Tesis
Pendidikan Bahasa atau biasa disebut linguistik mencakup sastra, Bahasa
Indonesia, Bahasa Jawa serta pelajaran bahasa asing. Tema yang diangkat bisa
tentang upaya peningkatan kemampuan pengucapan dalam Bahasa Inggris misalnya,
peningkatan keefektifan dalam belajar bahasa asing, atau dapat berupa kajian
sastra yang terkandung dalam suatu karya novel, puisi, cerita pendek dan
sebagainya. Sebagai referensi Anda maka kami menyediakan daftar contoh Tesis
Pendidikan Bahasa seperti tertera di bawah ini.
- HUBUNGAN MINAT MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 BULUSULUR DI KECAMATAN WONOGIRI KABUPATEN WONOGIRI, 09
- KAJIAN NOVEL SUPERNOVA KARYA DEWI LESTARI DAN NOVEL JENDELA-JENDELA KARYA FIRA BASUKI (Pendekatan Intertekstualitas dan Nilai Pendidikan), 09
- HUBUNGAN PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP CARA MENGAJAR GURU DENGAN KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN PARAGRAF (Survai pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sukoharjo), 09
- PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS V SDN TEGUHAN 2 KECAMATAN PARON MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009 09
- PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN DISKUSI DAN PREDICTION GUIDE DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA ( STUDI KASUS PADA POKOK MATERI DINAMIKA GERAK LURUS KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2008/2009), 09
- HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN BAHASA FIGURATIF DAN MINAT MEMBACA CERITA PENDEK DENGAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI CERITA PENDEK (Survei pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Wonogiri), 09
- PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS V SDN TEGUHAN 2 KECAMATAN PARON MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009, 09
- PENGARUH METODE MEMBACA SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, DAN REVIEW (SQ3R) TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V DI KECAMATAN TIRTOMOYO DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR, 09
- HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENGUASAAN STRUKTUR KALIMAT DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI (Survei di SMP Negeri Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2008/2009), 09
- HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD KECAMATAN KENDAL KABUPATEN NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009, 09
- PENGARUH MEDIA GAMBAR DAN VERBALIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS SUDIRMAN KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2009, 09
- UPAYA MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI KREATIFITAS GURU DALAM MERANCANG TUGAS-TUGAS KOMUNIKATIF DI SMU 2 WONOSARI. (BHS, 2004)
- PERFORMANSI BERBICARA DALAM BAHASA INGGRIS MAHASISWA JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FISIPOL UMY. (2004)
- SUMBANGAN KOMPETENSI LINGUISTIK, LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KETRAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II SLTPN II DI KABUPATEN SLEMAN. (2004)
- KEFEKTIFAN MGMP BAHASA DAN SASTRA INDONESIA TERHADAP PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SMA KABUPATEN BANTUL. (2005)
- PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI SASTRA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS II AKUNTANSI SMKN 1 BANTUL. (2005)
- MANAJEMEN PEMBELAJARAN KONTEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SMP DALAM MENGAPRESIASI SASTRA. (2005)
- KEEFEKTIFAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN APRESISASI SASTA MELALUI PENDEKATAN TERPADU SI SDN 2 KALIREJO KEBUMEN. SEBUAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (2004)
- KESEPADANAN MAKNA TERJEMAHAN DARI FRASE NOMINA BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA PARA PENERJEMAH DI KOTA YOGYAKARTA. (2003)
- KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMP I KRETEK KABUPATEN BANTUL, 06
- UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MATERI YANG BERORIENTASI PADA TEKS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI BANTUL 2 PENELITIAN TINDAKAN KELAS, 05
- KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR SERAPAN BAHASA ASING SISWA KELAS II SMUN DI KAB. KULON PROGO DIY, 99
- PENGETAHUAN DASAR, KEMAMPUAN KEBAHASAAN DAN KOMPENTENSI MEMBACA DAN MENULIS BAHASA ARAB PADA SISWA MTSN SALATIGA, 00
- UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA JAWA MELALUI KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN INTELEKTUAL, 05
- UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS WACANA EKSPOSISI DAN ARGUMENTASI SISWA KELAS II SLTPN I PLERET DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL – 05
- HUBUNGAN INTENSITAS MENDENGARKAN CERAMAH, PEMAHAMAN BUKU, TEKS, DAN PARTISIPASI BERORGANISASI DENGAN KETRAMPILAN BERPIDATO DALAM BAHASA INDONESIA PADA SISWA MAN YOGYAKARTA
- RANCANGAN INSTRUMEN PENELITIAN UNTUK VARIABEL TERIKAT (Y): KETRAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN
- A STUDY OF THE RELATION BETWEEN HABIT AND AGE TOWARD ASPIRATION MASTERY AMONG ENGLISH LEARNERS OF SENIOR HIGH SCHOOL AND PGSD STUDENTS, 08
- THE CONTRIBUTION OF PLOT, SETTING AND MAIN CHARACTERS TOWARD THE THEME SEEN IN STEINBECK’S THE PEARL , 07
- TRANSKRIPSI FONETIS BAHASA JAWA KABUPATEN BANJARNEGARA DAN WONOSOBO/1995
- WARNA DAERAH DALAM TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI
- KAKAWIN SUMANASANTAKA PUPUH LXIII – CX STUDI TENTANG METRUM DAN MAKNA SWAYAMBARA , 96
TESIS
BAHASA INGGRIS
Bahasa
Inggris tergolong sebagai bahasa yang paling diminati oleh masyarakat di dunia,
hampir setiap sekolah maupun universitas di dunia menerapkan bahasa inggris
dalam kurikulum pendidikan. Banyak orang yang beranggapan bahwa bahasa inggris
menjadi suatu standar bahasa di dunia. Di Indonesia banyak mahasiswa yang
berminat untuk mempelajari bahasa inggris demi menunjang kariernya dalam dunia
kerja. Berikut kami berikan contoh-contoh tesis bahasa inggris sebagai
referensi bagi mahasiswa dalam penyusunan tesis bahasa inggris.
- IMPROVING STUDENTS’ READING COMPREHENSION THROUGH ROLE PLAY (An Action Research at the Eighth Grade of SMPN 16 Surakarta 2008/2009), 09
- PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TAHUN PELAJARAN 2008/2009 ( Sebuah Penelitian SMP Negeri di Kecamatan Ngrambe), 09
- PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI PUISI KONTEMPORER MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS XII ILMU SOSIAL-4 SMA BATIK 1 SURAKARTA, 09
- USING TACTILE AND KINESTHETIC RESOURCES TO IMPROVE STUDENTS’ SPELLING ABILITY AND PRONUNCIATION AWARENESS (AN ACTION RESEARCH AT THE FIFTH GRADE OF SD NEGERI POJOK 02 TAWANGSARI IN 2008/2009), 09
- IMPROVING THE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY THROUGH INQUIRY-BASED TEACHING ( A Classroom Action Research in the Fifth Grade Students of SDIT Az Zahra Sragen Academic Year 2008/2009), 09
- A STUDY ON TEACHING-LEARNING ACTIVITIES AT A DESIGNATED INTERNATIONAL STANDARD SCHOOL ( A Descriptive Qualitative Study at a Designated International Standard School, SMP Negeri I Sukoharjo in the 2008/2009 Academic Year), 09
- PENGARUH PENDEKATAN KONSEP DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI KECAMATAN TIRTOMOYO TAHUN PELAJARAN 2008/2009 (Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri di Kecamatan Tirtomoyo), 09
- THE IMPLEMENTATION OF GENRE-BASED APPROACH IN THE TEACHING OF ENGLISH AT SMA N 1 KARANGANYAR AND ITS EFFECTS IN PROMOTING STUDENTS’ CRITICAL THINKING (A Naturalistic Study at SMA Negeri 1 Karanganyar in 2009), 09
- IMPROVING THE STUDENTS’ ABILITY IN UNDERSTANDING TEXT USING SMALL GROUP DISCUSSION ( A Classroom Action Research at the Third Grade Students of SMA Negeri 2 Pare Kediri in 2008-2009 Academic Year), 09
- PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA SMA NEGERI KECAMATAN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2008/2009), 09
- MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DAN MODUL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS MATERI POKOK ASAM DAN BASA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BARAT MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2008/2009), 09
TESIS
PENDIDIKAN BIOLOGI
Seperti
yang telah kita ketahui bahwa ilmu alam sangatlah luas cakupannya. Salah
satunya adalah ilmu biologi. Ilmu biologi merupakan ilmu yang mempelajari
tentang segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Seperti
manusia, hewan, tumbuhan, lingkungan, anatomi makhluk hidup, semua itu termasuk
dalam biologi. Berikut kami sajikan contoh judul-judul Tesis Biologi yang dapat
Anda gunakan sebagai acuan atau gambaran dalam penyelesaian tugas akhir atau
karya ilmiah.
- PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN GROUP INVESTIGATION MELALUI HANDS ON ACTIVITIES DAN ELEARNING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN GAYA BELAJAR SISWA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang T.P 2008/2009 Materi Ekosistem), 09
- HUBUNGAN KEKRABATAN TUJUH JENIS BURUNG MERPATI FAMILIA COLUMBIDAE BERDASARKAN POLIMORFISME PROTEIN DARAH. (1998)
- PENGARUH INFUS BATANG TABAT BAITO TEHADAP KADAR PROGESTERON DAN KAPASITAS REPRODUKSI MENCIT. (2005)
TESIS
PENDIDIKAN BK (BIMBINGAN KONSELING)
Layanan
bimbingan konseling selalu terdapat di setiap sekolah. Bimbingan konseling
mempunyai banyak fungsi diantaranya membantu siswa dalam memecahkan masalah,
mencegah siswa dari masalah serta membantu siswa dalam mengembangkan potensi
diri yang dimilikinya. Jika bimbingan sekolah tersebut berfungsi dengan baik
maka sekolah tersebut akan menjadi lebih baik dalam penanganan permasalahan
siswanya. Berikut adalah daftar contoh judul tentang Tesis Bimbingan Konseling.
- ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KOMPETENSI PADA SISWA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) DI KOTA MATARAM, 04
- PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI DI PONDOK PESANTREN SUNAN DRAJAT LAMONGAN, 05
- HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI DI KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN PELAJARAN 2008/2009, 09
- PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN LCD PROJECTOR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH LANDASAN KEPENDIDIKAN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MAHASISWA (Studi Eksperimental pada Mahasiswa Semester I STKIP PGRI Ngawi Tahun Akademik 2008/2009), 09
- PENGARUH MODEL PAKEM TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SD NEGERI DI KECAMATAN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2008/2009 (Studi Eksperimen pada kelas V SDN di Kecamatan Wonogiri), 09
- HUBUNGAN ANTARA SIKAP INOVATIF DAN KEDISIPLINAN DENGAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS RONGGOWARSITO KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2008,09
- PELAKSANAAN PEMBELAJARAN QUANTUM DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH 1 MAGETAN, 09
- PENYELENGGARAAN KELAS UNGGULAN DI SMA NEGERI 2 NGAWI
- PELAKSANAAN PEMBELAJARAN QUANTUM DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH 1 MAGETAN 09
- PERAN BURSA KERJA KHUSUS DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 NGAWI (STUDI NATURALISTIK), 09
- PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN LCD PROJECTOR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH LANDASAN KEPENDIDIKAN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MAHASISWA (Studi Eksperimental pada Mahasiswa Semester I STKIP PGRI Ngawi Tahun Akademik 2008/2009), 09
- HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN PELATIHAN DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI 09
- HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN PERSEPSI GURU TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SLB DI KABUPATEN DAN KOTA MADIUN, 09
- PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL ULUM KECAMATAN KENDAL, KABUPATEN NGAWI, JAWA TIMUR 08
- HUBUNGAN KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALITAS GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI,09
- ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KOMPETENSI PADA SISWA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) DI KOTA MATARAM, 04
- ANALISIS KEPEMIMPINAN ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK DI LINGKUNGAN ANAK DIDIK SD MEGALUH I JOMBANG
- ANALISIS KESIAPAN FUNGSI DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BLORA DALAM UPAYA PENUNTASAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN
- PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI BERPRESTASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KEDISIPLINAN GURU SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS DI KECAMATAN SLEMAN, KABUPATEN SLEMAN, PROPISI DIY), 05
- PROP_PENGARUH KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA PADA MTs NEGERI CAWAS, 03
- PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI TERHADAP KINERJA GURU PADA SEKOLAH MENENGAH UMUM DI KABUPATEN BANTUL, 03
- PERILAKU KRISTIANI PEMIMPIN KRISTEN DI RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU PURWODADI (Dalam Pengendalian Keuangan), 05
- PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 8 YOGYAKARTA
- PERAN KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN DUNIA USAHA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI KERAWANG, 02
- FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEPALA SMP NEGERI DI KABUPATEN BANTUL,04
- EFEKTIVITAS BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENANGGULANGAN KASUS KENAKALAN DAN KESULITAN BELAJAR SISWA MAN II METRO KOTA METRO. (2009)
HUKUM MEMPERCAYAI RAMALAN BINTANG
DR. Husamuddin bin Musa
‘Afanah—Ustadz bidang studi Fiqih dan Ushul Fiqih di Universitas al Quds,
Palestina—mengatakan :
Yang pertama mesti diingat bahwa
ilmu perbintangan sudah dikenal sejak dahulu dan orang-orang Arab dahulu biasa
menentukan waktu berdasarkan kemunculan bintang karena mereka tidak mengenal
perhitungan sehingga mereka menghafal waktu-waktu didalam setahun berdasarkan
bintang-bintang yang ingin tenggelam.
Para ulama syariah membagi ilmu
perbintangan ini menjadi dua bagian :
1. Ilmu perbintangan untuk
perhitungan, yaitu menentukan awal bulan-bulan dengan menghitung perjalanan
bintang. Berdasarkan perhitungan seperti ini maka mereka bisa mengetahui
waktu-waktu, zaman-zaman, musim, arah kiblat dan sebagainya. Ilmu perbintangan
seperti ini merupakan salah satu cabang dari ilmu falak. Dan seringkali
kebanyakan orang menamakan ilmu falak dengan ilmu perbintangan meski di sana
terdapat perbedaan yang jauh antara orang-orang ahli perbintangan dengan
orang-orang ahli falak dan antara ilmu perbintangan dengan ilmu falak.
Ahli nujum adalah orang yang
menganggap bahwa dirinya mengetahui nasib manusia, masa depan mereka, akhir
kehidupan mereka berdasarkan posisi bintang-bintang ketika muncul. Orang itu
melihat kepada bintang-bintang dan menghitung waktu terbit dan tenggelamnya dan
perjalanannya lalu dari situ dia memperkirakan keadaan manusia maupun alam ini.
Praktek ilmu perbintangan seperti ini kemudian dikenal dengan astrologi.
Astrologi adalah praktek
menggabungkan antara posisi bintang-bintang serta pergerakannya dengan prilaku,
perbuatan, akhir manusia dan si ahli nujum dengan bintang-bintang itu
mengumumkan bahwa bintang-bintang tersebut memberikan pengaruh kepada suatu
kehidupan maupun kematian manusia. Terhadap hal ini banyak para ulama atau ilmuwan
termasuk para ahli ilmu falak dan fuqaha menentang praktek astrologi dan
ramalan-ramalan seperti ini…” (Ceramah dengan judul “Ilmu Falak dan Penentuan
Awal Bulan Qomariyah”, DR. Yusuf Marwah.
As Syeikh Ibnu Ruslan
mengatakan,”Adapun ilmu perbintangan yang digunakan untuk mengetahui waktu
pergeseran arah kiblat, berapa yang lenyap dan berapa yang tersisa maka
tidaklah termasuk yang dilarang.” (Nailul Author juz VII hal 206)
2. Mengaitkan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda angkasa serta menganggap bahwa susunan benda-benda angkasa mempunyai pengaruh terhadap berbagai kejadian yang terjadi di bumi, inilah yang dimaksud dengan astrologi.
2. Mengaitkan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda angkasa serta menganggap bahwa susunan benda-benda angkasa mempunyai pengaruh terhadap berbagai kejadian yang terjadi di bumi, inilah yang dimaksud dengan astrologi.
Astrologi diharamkan dan dilarang
oleh syariat karena sesungguhnya para astrolog ini menganggap adanya hubungan
antara kejadian-kejadian yang terjadi pada manusia dengan pergerakan
bintang-bintang dan menganggap bahwa ia memiliki pengaruh terhadap
kejadian-kejadian itu.
Para ulama islam telah bersepakat
tentang pengharaman ilmu nujum (astrologi) dalam makna yang seperti ini.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,”Perbuatan astrologi yang mengandung
hukum-hukum, pengaruh-pengaruh yaitu menggunakan keadaan benda-benda langit
serta memadukan antara kekuatan benda-benda langit dan kejadian-kejadian di
bumi adalah perbuatan yang diharamkan berdasarkan al Qur’an, sunnah maupun ijma
umat bahkan ia diharamkan pula melalui lisan para rasul di setiap agama.”
Asy Syeikh Ibnu Ruslan didalam “Syarh as Sunan” mengatakan,”Yang dilarang adalah apa yang dianggap oleh para astrolog bahwa mereka mengetahui berbagai kejadian yang belum terjadi dan yang akan terjadi di masa yang akan datang serta mengira bahwa mereka dapat mengetahui itu semua melalui perjalanan bintang-bintang di tempat edarnya, penyatuan maupun perpisahan diantara bintang-bintang padahal itu merupakan monopoli Allah dengan ilmu-Nya.” (Nailul Author juz VII hal 206)
Asy Syeikh Ibnu Ruslan didalam “Syarh as Sunan” mengatakan,”Yang dilarang adalah apa yang dianggap oleh para astrolog bahwa mereka mengetahui berbagai kejadian yang belum terjadi dan yang akan terjadi di masa yang akan datang serta mengira bahwa mereka dapat mengetahui itu semua melalui perjalanan bintang-bintang di tempat edarnya, penyatuan maupun perpisahan diantara bintang-bintang padahal itu merupakan monopoli Allah dengan ilmu-Nya.” (Nailul Author juz VII hal 206)
Asy Syeikh Ibnu Utsaimin
mengatakan,”Astrologi termasuk jenis sihir dan perdukunan yang diharamkan
karena dibangun diatas khayalan yang tidak realistis. Maka tidaklah ada
hubungan antara kejadian-kejadian di bumi dengan apa yang terjadi di langit.
Dan keyakinan orang-orang jahiliyah adalah bahwa matahari dan bulan tidaklah
bersatu (gerhana) kecuali karena adanya kematian seseorang.
Pernah terjadi gerhana matahari di
masa Nabi saw di hari kematian putranya, Ibrahim, dan orang-orang saat itu
mengatakan,”Gerhana mataha ini terjadi karena kematian Ibrahim.” Maka Nabi saw
pun berkhutbah saat shalat gerhana dan bersabda,”Sesungguhnya matahari dan
bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah swt, dan tidaklah
terjadi gerhana dikarenakan kematian atau kehidupan seseorang.”
Artinya Nabi saw membantah
keterkaitan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda langit
sebagaimana bahwa lmu nujum dengan makna seperti ini (astrologi) adalah bagian
dari sihir dan perdukunan. Ia juga menjadi sebab terhadap berbagai khayalan dan
kebimbangan jiwa yang tidak realistis dan tidak memiliki dasar dan menjatuhkan
manusia kedalam berbagai khayalan, pesimistis serta kebimbangan yang tiada
berujung.” (Fatawa al Aqidah hal 336)
Dalil-dalil diharamkannya astrologi
ini demikian banyak diantaranya :
1. Dari Ibnu Abbas, ia berkata;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mempelajari
sebagian dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mempelajari cabang dari
ilmu sihir, semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya),
semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya)." (HR. Ahmad,
Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh al Albani)
Asy Syaukani mengatakan bahwa makna
“semakin bertambah dan semakin bertambah” adalah bertambah ilmu nujum
sebagaimana bertambah sihirnya maksudnya adalah apabila bertambah ilmu nujumnya
maka seakan-akan bertambah pula sihirnya. Telah diketahui bahwa pada dasarnya
ilmu sihir adalah haram dan menambah ilmu sihir ini lebih haram lagi
sebagaimana menambah ilmu nujum.” (Nailul Author juz VII hal 207)
2. Didalam riwayat lain dari Ibnu
Abbas bahwa Nabi saw bersabda,”Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu nujum
untuk hal-hal yang tidak disebutkan Allah swt maka ia telah mempelajari satu
cabang dari sihir. Ahli nujum adalah dukun dan dukun adalah penyihir dan
penyihir adalah kafir.” (HR. Rozin didalam musnadnya. Lihat Misykaat al
Mashobiih juz II hal 1296)
3. Dari Abi Mihjan bahwa Nabi saw
bersabda,”Yang aku khawatirkan dari umatku sepeninggalku adalah tiga :
kesewenang-wenangan umatku, mengimani (meyakini) ilmu nujum dan mendustakan
takdir.” (HR. Ibnu Asyakir dan Ibnu Abdil Barr di kitab “Jami’ Bayan al Ilmi”
dan dishahihkan oleh al Albani didalam “Shahih al Jami’” juz I hal 103)
4. Dari Abu Hurairoh dari Nabi saw
bersabda,”Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu dia bertanya
kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima shalat darinya selama 40 hari.”
5. Dari Abu Hurairoh berkata bahwa
Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa mendatangi seorang peramal atau dukun lalu
dia membenarkan perkataannya maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang
diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ashabus Sunan. Hadits ini shahih sebagaimana
dikatakan al Albani didalam “Shahih at Targhib wa at Tarhib” juz III hal 172)
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,”Peramal mencakup dukun, ahli nujum dan
sejenisnya termasuk orang-orang yang menganggap dirinya mengetahui
perkara-perkara dengan cara-cara demikian.” (Majmu al Fatawa juz XXXV hal 173)
Memperhatikan dua hadits terakhir
diatas bahwa sebatas mendatangi seorang dukun dan bertanya sesuatu kepadanya
sudah menjadikan seorang muslim mendapatkan sangsi dengan tidak diterima
shalatnya selama empat puluh hari. Dan apabila dia membenarkan perkataannya
maka dirinya telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad. Hal itu
dikarenakan apa yang diturunkan kepada Muhammad adalah firman Allah swt :
قُل
لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا
يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Artinya : “Katakanlah: "tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)
عَالِمُ
الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا ﴿٢٦﴾
إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا ﴿٢٧﴾
إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا ﴿٢٧﴾
Artinya : “(dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al Jin : 26 – 27)
Dan dari Anas bahwa Nabi saw
bersabda,”Yang aku khawatirkan dari umatku sepeninggalku adalah dua hal :
mendustakan takdir dan membenarkan (ilmu) nujum.” (HR. Abu Ya’la, Ibnu Adi dan
al Khatib. Hadits ini dishahihkan oleh al Albani) –(www.islamonline.net)
Ringkasnya bahwa ilmu ramalan dengan
menggunakan bintang untuk mengetahui nasib seseorang, seperti : jodoh, rezeki,
kehidupan atau kematiannya termasuk bentuk kemusyrikan yang dilarang agama.
Dan dilarang pula bagi seorang
muslim yang telah bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah mendatangi peramal
yang menggunakan perbintangan ini dan jika dirinya tidak mempercayai
perkataannya maka shalatnya selama empat puluh hari tidaklah diterima Allah dan
jika dia membenakannya maka dirinya telah dianggap kufur terhadap al Qur’an
yang telah diturunkan Allah swt kepada Rasulul-Nya Muhammad saw.
Wallahu A’lam
Sumber : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/percaya-ramalan-bintang-astrology.htm
Kyai Said Aqil Siraj : Hidayat itu Sahabat Saya dan NU akan Mendoakan Beliau
Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
menerima Pasangan Cagub dan Wagub Hidayat Nur Wahid dan Didik J.
Rachbini di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Kamis
(26/04/2012).

“NU hanya bisa mendoakan, Semoga menjadi pemimpin yang diridhai Allah
yang memang betul-betul (mengabdi) demi masyarakat Jakarta,” ujar Said
kepada wartawan di ruangannya lantai 3, Kantor PBNU.
Menurut Kyai Said, dirinya mengenal Hidayat sebagai sahabat saat
menuntut ilmu di Saudi Arabia. Saat itu, Kyai Said mengenyam pendidikan
doktornya di Universitas Ummul Quro, Mekkah, sedangkan Hidayat mengambil
doktor di salah satu universitas di Madinah.
“Pak Hidayat itu sahabat saya waktu di Mekkah, dan Madinah. Dia lulus
92, saya lulus 93. Walhasil kita sama-sama dari Saudi Arabia. Sebagai
sahabat, beliau ingin silaturahim menyambung dengan saya yang kebetulan
saya sebagai ketua PBNU,” ungkap Kyai Said.
Kyai Said dan Hidayat sempat melempar guyon ala pesantren. Didik yang
juga duduk di sebelah Hidayat tak mau kalah meningkahi anekdot yang
disampaikan Kyai Said. Suasana akrab terlihat di antara pengurus PBNU
dan rombongan Hidayat Nur Wahid.
Tak lama, pertemuan dilakukan tertutup. Kyai Said mengaku, obrolan
tadi hanya membicarakan ide-ide Hidayat bagaimana mencari terobosan
untuk Jakarta lebih baik, terutama masalah macet, kriminal, korupsi,
pendidikan, kesehatan, dan perdamaian antarumat beragama. (SJ/Foto:
Khairuddin Safri)
Friday, 17 February 2012
MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG SAHABAT NABI DALAM PERANG JAMAL DAN SIFFIN
Artikel studi analisis tentang Perang Jamal dan Siffin
Sudah cukup lama saya ingin mengetahui fakta sejarah pasca kenabian Muhammad Saw. Selama ini saya merasakan bahwa pendidikan sejarah islam diajarkan secara sepotong-sepotong dan tidak sistematis, bahkan saya jadi tambah bingung Terutama pasca kerasulan. Dimulai dari kekhilafahan Abu bakar Assiddiq hingga terjadinya fitnah terbunuhnya Ustaman bin affan, yang kemudian meletus perang antar saudara muslim hingga zaman dinasti.
Rasa ingin tahu saya semakin tinggi seselah mendengar salah satu ungkapan aktifis dakwah dan beberapa alumni perguruan negeri islam tentang sosok Ummul Mukminin Aisyah ra dan Mu’awiyah. Ternyata banyak kesalah fahaman sikap terhadap beliau. Banyak buku-buku sejarah islam yang menampilkan wajah yang menyeramkan terkait dengan terjadinya fitnah perang jamal (onta) dan perang siffin.
Adanya realita sejarah perang Jamal (perang unta) dan perang Shiffin, tidak bisa dipungkiri. Namun yang tidak benar adalah analisanya yang ternyata versi musuh Islam. Sayangnya, sejarah yang kita baca, bahkan yang diajarkan di mata kuliah peradaban Islam di berbagai Universitas Islam di negeri ini, justru versi musuh-musuh Islam itu.
Akibatnya, sejarah Islam yang dibanggakan itu tampil dengan wajah menyeramkan, pertumpahan darah, sadis dan menjijikkan. Terutama wajah para shahabat nabi SAW, yang muncul tidak ubahnya seperti srigala liar kehausan darah karena ambisi kekuasaan. Padahal Al-Quran telah menyebut mereka para shahabat sebagai orang-orang yang diredhai.
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS At-Taubah: 100).
Padahal generasi para shahabat itu adalah generasi binaan Rasulullah SAW langsung, dengan keringat, airmata dan darah beliau. Bahkan Rasulullah SAW telah ridha atas mereka dan mereka ikut bersama dakwah Rasulullah bukan sebulan atau dua bulan, tapi banyak dari mereka yang sejak masa awal turunnya wahyu dibina langsung oleh manusia paling mulia di dunia ini.
Yang kita baca sebenarnya bukan sejarah, melainkan opini orang kafir. Dan opini itu ibarat pisau belati bermata dua. Di satu sisi seolah menawarkan studi kritik sejarah yang seolah ilmiyah dan histioris, namun di belakangnya ada mata khanjar yang tajam itu siap menghujam aqidah dan fikrah umat Islam.
Sayangnya, `studi historis' seperti inilah yang justru dilakukan oleh sebagian kalangan yang akrab dengan dunia kampus, sebagiannya bahkan menyandang gelar akademis yang lumayan, sebagian bahkan menyebut diri sebagai 'mujaddid'. Sayangnya lagi, di balik analisa itu ada sebuah cacian yang mereka bungkus dengan ungkapan 'kritik historis'atau 'kritik ilimyah'.
Misalnya kasus tahkim (arbitrase), kasus ini paling sering diangkat untuk menjatuhkan dan mencaci maki sebagian shahabat serta untuk mendiskreditkan mereka. Sayangnya, hampir semua kritik sejarah ini mengacu hanya sampai analisa para orientalis yang penuh dengan bumbu prasangka buruk.
Sedangkan sumber sejarah Islam yang paling asli dan merupakan sebuah report yang paling valid dan dipercaya, hampir-hampir tidak pernah disentuh. Jadi analisa itu tidak lebih hanya nukilan dari nukilannya nukilan nukilan. Mereka yang mengangkat diri sebagai kritikus sejarah itu, justru sama sekali belum pernah membaca literatur asli dari peristiwa di masa shahabat itu. Bahkan menyentuhnya pun belum pernah.
Meluruska persepsi terjadinya perang jamal (perang onta)
Berawal dari terjadinya fitnah pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan ra., Abdulah bin Saba’ dan kaumnya mendatangi Ali bin Abi Thalib ra. dan kemudian memprovokasinya untuk menggantikan Utsman bin Affan ra. Namun Ali bin Abi Thalib ra. menolak provokasi tersebut bahkan kemudian membunuh sebagian pengikut Abdullah bin Saba’ namun Abdullah bin Saba’ sendiri berhasil melarikan ke Mesir.
Ketika berada di Mesir dia bertemu dengan beberapa kaum munafiquun untuk merencanakan suatu makar yang hebat. Kemudian dengan pengaruhnya, Abdullah bin Saba’ berhasil membuat opini tentang keburukan pemerintahan Utsman bin Affan ra di Madinah. sehingga beberapa orang kaum muslimin terpengaruh oleh cerita yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ tersebut.
Setelah dirasakan banyak kaum muslimin yang terpengaruh olehnya maka Abdullah bin Saba’ berangkat ke madinah beserta rombongannya menuju Madinah. Sesampainya Madinah Abdullah bin Saba’ dan rombongannya membuat fitnah yang besar terhadap Khalifah Utsman bin Affan.
Saking hebatnya fitnah itu karena juga disebarkan oleh rombongan Abdullah bin Saba’ yang besar jumlahnya maka sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhum terpengaruh oleh ucapan kaum munafiquun tersebut sampai – sampai putra Khalifah pertama yaitu Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq mendatangi Khalifah Utsman bin Affan ra. dengan marah dan menarik jenggotnya.
Dan pada puncaknya kaum munafiquun dan sebagian kaum muslimin yang baik yang terprovokasi oleh ucapan Abdullah bin Saba’ dan pengikutnya mengepung rumah Utsman bin Affan ra. kemudian membunuhnya.
Setelah meninggalnya Utsman bin Affan ra. maka kaum munafiquun dan sebagian sahabat serta kaum muslimin yang lain membai’at Ali bin Abi Thalib ra. sebagai Khalifah berikut. Kemudian munculah fitnah yang menyebabkan sahabat terpecah belah yaitu tentang hukuman bagi para pembunuh Utsman bin Affan ra.
Sahabat radhiyallahu’anhum terpecah menjadi 2 kubu yaitu kubu Ali bin Abi Thalib ra. dan kubu ‘Aisyah ra., Mu’awiyyah ra., Thalhah ra., Zubair ra dan lainnya. Kubu ‘Aisyah ra dan sahabat lainnya menuntut disegerakannya hukuman qishas bagi pembunuh Utsman bin Affan ra. Namun Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. menundanya karena 2 ijtihad, pertama negara dalam keadaan kacau sehingga perlu ditertibkan dahulu dan yang kedua pembunuh Utsman bin Affan ra. sebagian adalah munafiquun dan sebagian lagi kaum muslimin yang baik yang termakan provokasi, maka Ali bin Abi Thalib ra. membutuhkan kepastiannya.
Namun ‘Aisyiah ra., Thalhah ra., Zubair ra., dan sahabat nabi yang lain tetap pada ijtihadnya yaitu menuntut Ali bin Abi Thalib ra untuk menyegerakan hukuman qishas terhadap para pembunuh Utsman bin Affan ra.
Akhirnya setelah masing – masing sahabat Nabi tersebut membawa pasukan dan siap untuk berperang, lalu kemudian Ali bin Abi Thalib ra. sepakat dengan pihak ‘Aisyah ra. dan menyetujui untuk menyegerakan hukuman qishas terhadap para pembunuh Utsman bin Affan ra. Rupanya kesepakatan Ali dengan kubu ‘Aisyah ra. membuat gerah kaum munafiquun yang dipimpin oleh Abdullah bi Saba’
Pada malam harinya (Perang Jamal berlangsung pada malam hari) kaum munafiquun menyusup ke barisan sahabat Thalhah ra. dan Zubair ra. dan melakukan penyerangan mendadak. Karena merasa diserang maka kubu Thalhah ra. dan Zubair ra. balas menyerang ke pasukan Ali bin Abi Thalib ra dan perang besar pun tak terhindarkan. Perang ini disebut Perang Jamal dan berakhir dengan kemenangan Ali bin Abi Thalib ra. dan meninggalnya 2 orang sahabat yang dijamin masuk surga yaitu Thalhah ra. dan Zubair ra.
Sahabat Mu’awiyyah ra. yang pada waktu itu masih menjadi Gubernur di Damaskus menggerakan pasukannya menuju Madinah dengan tuntutan yang sama yaitu menyegerakan mengqishas pembunuh Utsman bin Affan ra.
Karena keadaan yang semakin kacau Ali bin Abi Thalib ra. tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut lalu terjadilah perang yang berikutnya yang dikenal dengan nama Perang Shiffin yang berakhir dengan gencatan senjata meskipun pada waktu itu Ali bin Abi Thalib ra. hampir memenangkan pertempuran tersebut. Lalu Mu’awiyyah ra. kembali ke Damaskus dan tetap menolak membaiat Ali bin Abi Thalib ra. sebagai Khalifah (Lalu sebagian kaum muslimin membai’at Muawiyyah ra. sebagai Amirul Mukminin)
Dan pada itu negara Islam terbagi 2 yaitu Ali bin Abi Thalib ra di Madinah dan Mua’wiyyah ra. di Damaskus. Pada kondisi tersebut ada sebagian kecil kaum muslimin yang tidak puas kepada keduanya, dan kaum muslimin yang tidak puas kepada Ali ra. dan Mu’awiyyah ra. mereka membentuk firqah baru (inilah firqah pertama dalam Islam, disusul Syiah, Mu’tazilah, Murji’ah, Jahmiyyah, Qadariyyah, Jabariyyah dan lain sebagainya) yang disebut sebagai Khawarij dan mereka mengkafirkan kedua sahabat nabi tersebut.
Lalu kaum Khawarij mengutus pembunuh kepada keduanya, namun qadarullah hanya Ali bin Abi Thalib ra yang terbunuh, sedangkan percobaan pembunuhan terhadap Muawiyyah ra. dapat digagalkan.
Anjuran:
Sebaiknya kita tidak menelan mentah-mentah pendapat penulis sejarah yang tidak diketahui ketshiqahannya contohnya “Faraq fauda” seorang ilmuan orientalis libral yg meng hujat sahabat dalam bukunya al-Haqiqah al-Ghaybah; yang diterjaemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi “ kebenaran yang hilang” disingkat menjadi (KYH)
Dan Sebaiknya kita tabayun terhadap buku-buku sejarah yang mendiskreditkan Islam…..dan mengimbangi dengn membaca literatur2 yang terbukti ketsubutannya…akan lebih tercerahkan ketika kita membaca buku-buku dibawah ini:
1. Kibab Al-‘awaasim wal qawaasim ditulis oleh: Al-qadhi Abu bakr ibnul ‘arabi.
2. Tarikhur Rusul wal Muluk karya imam At-Thabari
3. Tahqiq Mawaqifus Shahabah Fil Fitnah karya Prof. Dr. Muhammad Amhazun.
Versi terjemah oleh Dr. Daud Rasyid MA dengan judul Fitnah Kubro (belum punya bukunya, sudah cari-cari di toko buku ternyata sudah tidak dicetak lagi. Kalo ada yg punya pinjem yah…buat di foto kopi…hehe…:)
SEMOGA MANFAAT
Subscribe to:
Posts (Atom)











