Slide 1

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan*Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.*Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. *Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.*Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq:1-5)

Slide 2

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Mujadilah:11)

Slide 3

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”.(Q.S Ali Imran 83)

Slide 4

Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)

Slide 5

Dan bertakwalah kepada Allah. Allah mengajarmu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 282)

Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Monday, 30 April 2012

Kyai Said Aqil Siraj : Hidayat itu Sahabat Saya dan NU akan Mendoakan Beliau

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima Pasangan Cagub dan Wagub Hidayat Nur Wahid dan Didik J. Rachbini di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Kamis (26/04/2012).
Seperti dilansir Tribunnews, pada kesempatan tersebut Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj mendo’akan pasangan Hidayat – Didik yang datang dengan mengenakan Batik Beresin Jakarta.
“NU hanya bisa mendoakan, Semoga menjadi pemimpin yang diridhai Allah yang memang betul-betul (mengabdi) demi masyarakat Jakarta,” ujar Said kepada wartawan di ruangannya lantai 3, Kantor PBNU.
Menurut Kyai Said, dirinya mengenal Hidayat sebagai sahabat saat menuntut ilmu di Saudi Arabia. Saat itu, Kyai Said mengenyam pendidikan doktornya di Universitas Ummul Quro, Mekkah, sedangkan Hidayat mengambil doktor di salah satu universitas di Madinah.
“Pak Hidayat itu sahabat saya waktu di Mekkah, dan Madinah. Dia lulus 92, saya lulus 93. Walhasil kita sama-sama dari Saudi Arabia. Sebagai sahabat, beliau ingin silaturahim menyambung dengan saya yang kebetulan saya sebagai ketua PBNU,” ungkap Kyai Said.
Kyai Said dan Hidayat sempat melempar guyon ala pesantren. Didik yang juga duduk di sebelah Hidayat tak mau kalah meningkahi anekdot yang disampaikan Kyai Said. Suasana akrab terlihat di antara pengurus PBNU dan rombongan Hidayat Nur Wahid.
Tak lama, pertemuan dilakukan tertutup. Kyai Said mengaku, obrolan tadi hanya membicarakan ide-ide Hidayat bagaimana mencari terobosan untuk Jakarta lebih baik, terutama masalah macet, kriminal, korupsi, pendidikan, kesehatan, dan perdamaian antarumat beragama. (SJ/Foto: Khairuddin Safri)