Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan*Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.*Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. *Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.*Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq:1-5)
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Mujadilah:11)
“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”.(Q.S Ali Imran 83)
Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)
Seringkali orang tua mengeluh
tentang masalah belajar anaknya. Di satu sisi orang tua mengharapkan
anaknya mengalami proses belajar dan sukses dalam akademis, namun di sisi lain
mengalami frustasi bagaimana memotivasi anak memiliki kegemaran belajar bukan
karena dia diharuskan belajar.
Orang tua sangat memiliki
peran penting dalam membangun semangat belajar anak. Pendampingan diperlukan
selama anak masih bergantung pada peran serta orang tua. Dalam
pendampingan, hubungan yang baik antara orang tua dan anak akan memudahkan
komunikasi. Berikut adalah prinsip-prinsip dalam menumbuhkan semangat
belajar pada anak.
Teladan orang tua
dalam memandang perlunya belajar. Sebelum membicarakan tentang minat anak itu sendiri,
perlu menjadi perhatian orang tua adalah pentingnya memberikan teladan belajar
di rumah. Jangan sampai sebagai orang tua menyuruh bahkan memarahi anak
untuk belajar sementara orang tua malah nonton TV atau melakukan hal-hal
lainnya yang membuat anak berpendapat belajar adalah hal yang sangat
membosankan. Orang tua perlu memberikan contoh ‘belajar’ dalam kehidupan
sehari-hari sehingga belajar bukan menjadi beban bagi anak-anak tetapi menjadi
gaya hidup. Selain itu menjadi orang tua yang gemar membaca akan membawa
teladan bagi anak-anaknya. Jika orang tua suka membaca dan belajar, maka
anak akan lebih mudah untuk menirunya.
Ciptakan suasana
belajar yang nyaman bagi anak.
Misalnya, orang tua ikut duduk dan mendampingi anak belajar di sebelah
mejanya, atau sekadar menanyakan bagaimana dia menyelesaikan tugas sekolah
sepanjang hari itu. Buatlah belajar menjadi proses yang menyenangkan. Tidak
perlu banyak marah dan tekanan. Selain itu orang tua perlu memahami
karakteristik belajar anak. Apakah si anak auditory learning, visual learning atau kinesthetic learning. Hal
ini perlu dipahami agar tidak salah menciptakan gaya belajar yang efektif untuk
anak. Jangan takut untuk menanyakan kepada anak bagaimana dia memilih
cara belajar yang nyaman. Yang terpenting, sebagian anak-anak sangat suka
belajar dari orang tua dengan proses informal: berdiskusi, suasana humor, saat
makan, atau rekreasi bersama.
Beritahukan kepada
anak tujuan mereka belajar. Banyak anak sebenarnya pandai, namun lingkungan kurang
menantang dia untuk berusaha. Beberapa anak sudah puas dengan nilainya dan
enggan berusaha lebih. Karena itu, orang tua dan guru perlu bekerja sama untuk
mendorong anak menemukan tujuan belajar atau cita-cita hidupnya. Anak
perlu mengerti hubungan antara sekolah dan bekerja. Oleh karena itu,
orang tua perlu meluangkan waktu untuk mendiskusikan cita-cita anak dan
bagaimana mereka bisa meraihnya. Tanamkan dalam pikiran mereka bahwa
salah satu cara untuk menjadi orang yang berhasil mencapai cita-cita adalah
dengan rajin belajar dan sekolah. Ini penting dilakukan ketika anak
menginjak masa remaja awal. Berikan padanya ide yang menyangkut
pendalaman hobi atau pekerjaan yang ingin ditekuninya kelak. Jika
memungkinkan, ajaklah mereka ke kantor atau mengerjakan beberapa pekerjaan ringan
di waktu libur. Secara berkala, evaluasi anak dan jangan segan mengubah
atau membuat target baru. Kalau perlu catat dan tempelkan di dinding ruang
belajarnya.
Kembangkan kecerdasan
anak dengan
mempelajari hal-hal lain selain pelajaran sekolah. Belajar, sebenarnya
tidak sekadar mengulang pelajaran di sekolah, namun belajar adalah hal yang
sebaiknya tetap dilakukan. Orang tua perlu memperhatikan pelajaran apa yang
paling disukai dan tidak ia sukai. Jika anak-anak Anda bisa mengikuti
pelajaran sekolah dengan baik, ajaklah mereka untuk mempelajari hal lain selain
pelajaran sekolah. Jika Anda sudah mengetahui bakat anak sejak dini, akan
lebih mudah bagi Anda untuk mengembangkan kecerdasan majemuknya (multiple
intelligences) saat anak masuk sekolah formal.
Ketika memasuki usia remaja,
beberapa anak biasanya mengalami kemunduran dalam semangat belajar. Ini gejala
yang normal, karena pikiran mereka sudah mulai bercabang. Mereka mulai tertarik
untuk memikirkan teman sebaya (peer group), diri sendiri, hobi, keluarga (orang
tua dan saudara), pelajaran, dan sebagainya. Daripada memarahi mereka, lebih
baik Anda membangun hubungan yang lebih baik dan menumbuhkan rasa percaya dalam
diri mereka kepada Anda.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA PERINGATAN HARI
PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2012 RABU, 2 MEI 2012 .
Assalamualaikum warahamtullahi
wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, Hadirin, peserta
upacara yang berbahagia, Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur
kehadirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya,
kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan dan kecintaan sehingga
kita dapat melaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012, dalam
keadaan sehat dan penuh semangat. Melalui peringatan ini, perkenankan saya,
atas nama Pemerintah, ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan
setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah,
organisasi yang bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya
atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang diberikan dalam
menumbuhkembangkan dunia pendidikan. Dalam kesempatan ini pula, saya ingin
menyampaikan ‘’Selamat Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2012”. Semoga
segala ikhtiar kita untuk memajukan dunia pendidikan menjadi semakin berkualitas
dan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan semakin terbuka
dan dapat segera terwujud. Hadirin sekalian yang berbahagia, Pada peringatan
Hari Pendidkan Nasional tahun ini, kita patut bersyukur karena bidang
kebudayaan telah kembali ke “rumah besar” pendidikan setelah terpisah lebih
dari sepuluh tahun. Kementerian ini, terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah
berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebagaimana
tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan
Organisasi Kementerian Negara. Sejatinya, kebudayaan memang tidak bisa
dipisahkan dari pendidikan. Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa
dipisahkan dari kebudayaan. Ibarat dua keping mata uang. Yang satu dengan lainnya
memiliki makna dan nilai yang sama; tidak bisa dipisahkan karena di dalam
proses pendidikan ada penanaman nilai-nilai budaya menyertainya. Sudah tentu
tambahan amanah ini jangan diartikan sebagai beban, melainkan sebagai
kesempatan untuk menyempurnakan dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Hadirin sekalian yang berbahagia, Kita semua telah memahami bahwa kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi menyebabkan mobilitas fisik dan nonfisik (termasuk
kebudayaan dan peradaban) semakin tinggi. Mobilitas yang tinggi tersebut
memunculkan dominasi peradaban tertentu, benturan antarperadaban atau
terbentuknya konvergensi peradaban. Dalam kaitan dengan inilah, peran dunia
pendidikan menjadi penting dalam membangun peradaban bangsa yang didasarkan
atas jati diri dan karakter bangsa. Tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012
ini adalah Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Tema ini sejalan dengan hakikat
pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita, yaitu Ki
Hajar Dewantoro, yang pada hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai
Hari Pendidikan Nasional. Hadirin sekalian yang berbahagia, Kita semua harus
bersyukur bahwa pada periode tahun 2010 sampai 2035, bangsa kita dikarunai oleh
Tuhan Yang Maha Kuasa potensi sumber daya manusia berupa populasi usia
produktif yang jumlahnya luar biasa. Jika kesempatan emas yang baru pertama
kalinya terjadi sejak Indonesia merdeka tersebut dapat kita kelola dan
manfaatkan dengan baik, populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa
tersebut insya Allah akan menjadi bonus demografi (demographic dividend) yang
sangat berharga . Di sinilah peran strategis pembangunan bidang pendidikan
untuk mewujudkan hal itu menjadi sangat penting. Akan tetapi, sebaliknya, bukan
mustahil kesempatan emas tersebut menjadi bencana demografi (demographic
disaster) bila kita tidak dapat mengelolanya dengan baik. Sudah tentu hal ini
tidak kita inginkan. Pada periode tahun 2010 sampai tahun 2035 kita harus
melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia
(SDM) sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia
merdeka. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan akses seluas-luasnya kepada
seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan; mulai dari pendidikan anak
usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi. Tentu perluasan akses tersebut
harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, sekalipun kita semua
memahami bahwa pendidikan itu adalah sistem rekayasa sosial terbaik untuk
meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan.
Hadirin sekalian yang
berbahagia, Untuk mempersiapkan generasi emas tersebut, telah disiapkan
kebijakan yang sistemiatis, yang memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal
secara masif. Untuk itu, mulai tahun 2011 telah dilakukan gerakan pendidikan anak
usia dini, penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, penyiapan
pendidikan menengah universal (PMU) yang insya Allah akan dimulai tahun 2013.
Di samping itu, perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui
pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses
secara khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi,
tetapi berkemampuan akademik. Hadirin, peserta upacara yang berbahagia,
Akhirnya, kami mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional kepada
semua pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, penggiat dan pecinta dunia
pendidikan di seluruh tanah air. Semoga apa yang kita tanam dan semai dalam
dunia pendidikan selama ini, menjadi bagian dari amal kebajikan. Kita semua ingat
ungkapan bijak, ”Semai dan tanamlah biji dari tumbuhan yang kamu miliki
meskipun kamu tahu esok akan mati.” dan “Siapa yang menanam, dia yang akan
memetik”. Marilah kita berlomba-lomba menanam kebaikan. Insya Allah kita dan
anak cucu kita akan memperoleh kebaikan itu. Amin. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Jakarta, 2 Mei 2012 Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad NUH
Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia
Disini
terdapat contoh tesis pendidikan, diantara yang berhubungan dengan Penelitian
Tindakan Sekolah ataupun Penelitian Tindakan Kelas. Untuk mempermudah sudah
dilakukan pengkategorian.
TESIS
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, TESIS PENDIDIKAN BAHASA, TESIS BAHASA
INGGRIS, TESIS PENDIDIKAN BIOLOGI, TESIS PENDIDIKAN BK
(BIMBINGAN KONSELING) , TESIS PENDIDIKAN MMF (FARMASI), TESIS
PENDIDIKAN FISIKA, TESIS PENDIDIKAN IPS GEOGRAFI, TESIS PENDIDIKAN
IPA, TESIS PENDIDIKAN IPS , MANAJEMEN PENDIDIKAN, TESIS
PENDIDIKAN MATEMATIKA , PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, DLL
TESIS
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Berikut
ini adalah daftar judul-judul untuk Tesis Pendidikan Agama Islam. Dengan
bermacam studi kasus yang diangkat dapat membantu dalam penyelesaian tugas
akhir Anda. Sebagai referensi atau gambaran untuk tugas akhir Anda bila mana
terdapat studi kasus yang tidak terlalu berbeda dengan studi kasus yang Anda
angkat. Tesis Pendidikan Agama Islam banyak mengankat tentang kehidupan
beragama seperti pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku sehari-hari
dan studi tentang perbaikan akhlak.
REKONSTRUKSI KONSEP DASAR ILMU
UPAYA MENGINTEGRASIKAN ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM. (SUATU TELAAH
EPISTIMOLOGI) (Ma.G, 2001)
NILAI -NILAI ISLAM DALAM
TRADISI GADAI PADA MASYARAKAT BANJA KODYA BANJARMASIN. (MaG, 2001)
EPISTIMOLOGI HUKUM ISLAM
MUHAMMAD ABDUH. (1998)
IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN
VISIONER DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM. (STUDI DI MA AL-IRSYAD DEMAK JAWA
TENGAH). (2007)
PERANAN PENDIDIKAN ISLAM
SEBAGAI PROSES PEMBEBASAN MANUSIA DARI BERBAGAI PROBLEM KEHIDUPAN
HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENGALAMAN IBADAH SISWA KELAS VI SD SE GUGUS
4 DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN PANJATAN KABUPATEN KULON PROGO TAHUN AJARAN
2002/2003
PENILAIAN PORTOFOLIO PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DALAM KONTEKS PELAKSANAAN KELAS DI SEKOLAH DASAR DI WILAYAH
KECAMATAN MUNTILAN MAGELANG
PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (PANDANGAN ISLAM TENTANG MANUSIA, SIFAT,
TUJUAN PENCIPTAAN DAN PERANAN AKALNYA) , 04
LANDASAN ILMU PENDIDIKAN
NUBUWAH
PARTISIPASI PONDOK PESANTREN
DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KABUPATEN MAGELANG , 03
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA DALAM
KELUARGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT TERHADAP PENGALAMAN NILAI-NILAI ISLAMI
BAGI SISWA MTSN MODEL SAMARINDAA, 03
PLURALISME AGAMA, PASCA
MODERNISME DAN PENDIDIKAN AGAMA DI INDONESIA (TELAAH BUKU TEKS PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM SMU), 02
PENDIDIKAN NILAI-NILAI AGAMA
ISLAM DALAM KELUARGA IBU BEKERJA DI KOTA SAMARINDA – 03
SISTEM PENDIDIKAN NILAI AGAMA
DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MADRASAH ALIYAH WAKHID HASYIM GATEN SLEMAN YK
(TINJAUAN TENTANG GURU DALAM INTERAKSI EDUKATIF), 03
PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM (TINJAUAN KASUS PGSD IKIP NEGERI
GORONGTALO), 02
REKONSTRUKSI KONSEP DASAR ILMU
UPAYA MENGINTEGRASIKAN ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM (SUATU TELAAH
EPISTIMOLOGI), 01
EPISTIMOLOGI HUKUM ISLAM
MUHAMMAD ABDUH, 98
NILAI-NILAI ISLAM DALAM TRADISI
GADAI PADA MASYARAKAT BANJAR DI KOTAMADYA BANJARMASIN, 01
MODEL STRUKTURAL RELIGIUS TERHADAP
AKTUALISASI PERILAKU RELIGIUS SISWA SMUN KOTA YOGYAKARTA
PENGARUH PRESTASI PELAJARAN
AGAMA TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI KAB BANTUL
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM DALAM PENINGKATAN AKHLAK SISWA (STUDI KASUS PEMBINAAN SISWA SMP N 2
GIRIWOYO)
PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN
DALAM PELAKSANAAN PENGAJARAN FIQH DI MTsN
MODEL MENGATASI KEKERASAN SISWA
MELALUI PENDIDIKAN AGAMA (STUDI DESKRIPTIF ANALITIK DI MTsN I YK)
PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM
PENGEMBANGAN SDM ”PANDANGAN ISLAM TENTANG MANUSIA, SIFAT, TUJUAN,
PENCIPTAAN DAN PERANAN AKALNYA”
PARTISIPASI PONDOK PESANTREN
DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KAB MAGELANG
PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAK
MULIA TERHADAP PELAKSANAAN IBADAH SHOLAT SISWA ”STUDI KASUS DI SLTP N I
DLINGO BANTUL”
PERUBAHAN PERILAKU KEAGAMAAN
SANTRI MANULA (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN JOMO KAUMAN PAYAMAN)
LANDASAN ILMU PENDIDIKAN NUBUWA
(SEBUAH STUDI EKSPLORATIF DARI KITAB SUCI AL QUR’ AN)
METODE PENUGASAN DALAM
PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SLTP TAMAN SISWA BANTUL YK
STUDI TENTANG PENERAPAN METODE
PENGAJARAN DALAM PEMBELAJARAN AL QUR’AN HADIST DI MTsN BBABDAN BARU SLEMAN
VISI PENDIDIKAN ETIKA
LINGKUNGAN ALAM DALAM AL QUR’AN
PENINGKATAN PEREMPUAN DALAM
PRESPEKLTIF PENDIDIKAN ISLAM
PERANAN PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI
PROSES PEMBEBASAN MANUSIA DARI BERBAGAI PROBLEM KEHIDUPAN
PENDIDIKAN KESEHATAN MANUSIA
MENURUT PENDEKATAN AJARAN ISLAM
HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENGAMALAN IBADAH SISWA KELAS VI SD SEGUGUS
4 DINAS PENDIDIKAN KEC PANJATAN KULON PROGO TH AJARAN 2002/2003
GERAKAN KELUARGA SAKINAH (STUDI
PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELOMPOK KELUARGA SAKINAH DI KAB
TEMANGGUNG)
REKONSTRUKSI MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH KEAGAMAAN NEGEI SURAKARTA (PENDEKATAN
TQM)
TESIS
PENDIDIKAN BAHASA
Tesis
Pendidikan Bahasa atau biasa disebut linguistik mencakup sastra, Bahasa
Indonesia, Bahasa Jawa serta pelajaran bahasa asing. Tema yang diangkat bisa
tentang upaya peningkatan kemampuan pengucapan dalam Bahasa Inggris misalnya,
peningkatan keefektifan dalam belajar bahasa asing, atau dapat berupa kajian
sastra yang terkandung dalam suatu karya novel, puisi, cerita pendek dan
sebagainya. Sebagai referensi Anda maka kami menyediakan daftar contoh Tesis
Pendidikan Bahasa seperti tertera di bawah ini.
HUBUNGAN MINAT MEMBACA DAN
PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VI SEKOLAH
DASAR NEGERI 2 BULUSULUR DI KECAMATAN WONOGIRI KABUPATEN WONOGIRI, 09
KAJIAN NOVEL SUPERNOVA KARYA
DEWI LESTARI DAN NOVEL JENDELA-JENDELA KARYA FIRA BASUKI (Pendekatan
Intertekstualitas dan Nilai Pendidikan), 09
HUBUNGAN PENGUASAAN KALIMAT
EFEKTIF DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP CARA MENGAJAR GURU DENGAN KEMAMPUAN
MENGEMBANGKAN PARAGRAF (Survai pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1
Sukoharjo), 09
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS
PUISI PADA SISWA KELAS V SDN TEGUHAN 2 KECAMATAN PARON MELALUI PENERAPAN
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009 09
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN
GROUP INVESTIGATION DENGAN DISKUSI DAN PREDICTION GUIDE DITINJAU DARI
KREATIVITAS SISWA ( STUDI KASUS PADA POKOK MATERI DINAMIKA GERAK LURUS
KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2008/2009), 09
HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN
BAHASA FIGURATIF DAN MINAT MEMBACA CERITA PENDEK DENGAN KEMAMPUAN
MENGAPRESIASI CERITA PENDEK (Survei pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1
Wonogiri), 09
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS
PUISI PADA SISWA KELAS V SDN TEGUHAN 2 KECAMATAN PARON MELALUI PENERAPAN
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009, 09
PENGARUH METODE MEMBACA SURVEY,
QUESTION, READ, RECITE, DAN REVIEW (SQ3R) TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA
INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V DI KECAMATAN TIRTOMOYO DITINJAU DARI
MOTIVASI BELAJAR, 09
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN
EMOSIONAL DAN PENGUASAAN STRUKTUR KALIMAT DENGAN KEMAMPUAN MENULIS
EKSPOSISI (Survei di SMP Negeri Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun
2008/2009), 09
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA
DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN
SISWA KELAS V SD KECAMATAN KENDAL KABUPATEN NGAWI TAHUN PELAJARAN
2008/2009, 09
PENGARUH MEDIA GAMBAR DAN
VERBALIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR
SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS SUDIRMAN KECAMATAN GIRIMARTO
KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2009, 09
UPAYA MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI KREATIFITAS GURU DALAM MERANCANG
TUGAS-TUGAS KOMUNIKATIF DI SMU 2 WONOSARI. (BHS, 2004)
PERFORMANSI BERBICARA DALAM
BAHASA INGGRIS MAHASISWA JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FISIPOL UMY.
(2004)
SUMBANGAN KOMPETENSI
LINGUISTIK, LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP
KETRAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II SLTPN
II DI KABUPATEN SLEMAN. (2004)
KEFEKTIFAN MGMP BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA TERHADAP PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA SMA KABUPATEN BANTUL. (2005)
PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI
SASTRA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN
PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS II AKUNTANSI SMKN
1 BANTUL. (2005)
MANAJEMEN PEMBELAJARAN
KONTEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SMP DALAM MENGAPRESIASI
SASTRA. (2005)
KEEFEKTIFAN MANAJEMEN
PEMBELAJARAN APRESISASI SASTA MELALUI PENDEKATAN TERPADU SI SDN 2 KALIREJO
KEBUMEN. SEBUAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (2004)
KESEPADANAN MAKNA TERJEMAHAN
DARI FRASE NOMINA BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA PARA PENERJEMAH
DI KOTA YOGYAKARTA. (2003)
KREATIVITAS GURU DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMP I KRETEK KABUPATEN BANTUL, 06
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN
MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MATERI YANG BERORIENTASI
PADA TEKS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI BANTUL 2 PENELITIAN TINDAKAN
KELAS, 05
KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR
SERAPAN BAHASA ASING SISWA KELAS II SMUN DI KAB. KULON PROGO DIY, 99
PENGETAHUAN DASAR, KEMAMPUAN
KEBAHASAAN DAN KOMPENTENSI MEMBACA DAN MENULIS BAHASA ARAB PADA SISWA MTSN
SALATIGA, 00
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI
BELAJAR BAHASA JAWA MELALUI KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN
PENDEKATAN INTELEKTUAL, 05
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI
MENULIS WACANA EKSPOSISI DAN ARGUMENTASI SISWA KELAS II SLTPN I PLERET
DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL – 05
HUBUNGAN INTENSITAS
MENDENGARKAN CERAMAH, PEMAHAMAN BUKU, TEKS, DAN PARTISIPASI BERORGANISASI
DENGAN KETRAMPILAN BERPIDATO DALAM BAHASA INDONESIA PADA SISWA MAN
YOGYAKARTA
RANCANGAN INSTRUMEN PENELITIAN
UNTUK VARIABEL TERIKAT (Y): KETRAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN
A STUDY OF THE RELATION BETWEEN
HABIT AND AGE TOWARD ASPIRATION MASTERY AMONG ENGLISH LEARNERS OF SENIOR
HIGH SCHOOL AND PGSD STUDENTS, 08
THE CONTRIBUTION OF PLOT,
SETTING AND MAIN CHARACTERS TOWARD THE THEME SEEN IN STEINBECK’S THE PEARL
, 07
TRANSKRIPSI FONETIS BAHASA JAWA
KABUPATEN BANJARNEGARA DAN WONOSOBO/1995
WARNA DAERAH DALAM TRILOGI
RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI
KAKAWIN SUMANASANTAKA PUPUH
LXIII – CX STUDI TENTANG METRUM DAN MAKNA SWAYAMBARA , 96
TESIS
BAHASA INGGRIS
Bahasa
Inggris tergolong sebagai bahasa yang paling diminati oleh masyarakat di dunia,
hampir setiap sekolah maupun universitas di dunia menerapkan bahasa inggris
dalam kurikulum pendidikan. Banyak orang yang beranggapan bahwa bahasa inggris
menjadi suatu standar bahasa di dunia. Di Indonesia banyak mahasiswa yang
berminat untuk mempelajari bahasa inggris demi menunjang kariernya dalam dunia
kerja. Berikut kami berikan contoh-contoh tesis bahasa inggris sebagai
referensi bagi mahasiswa dalam penyusunan tesis bahasa inggris.
IMPROVING STUDENTS’ READING
COMPREHENSION THROUGH ROLE PLAY (An Action Research at the Eighth Grade of
SMPN 16 Surakarta 2008/2009), 09
PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM
LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI
BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TAHUN PELAJARAN
2008/2009 ( Sebuah Penelitian SMP Negeri di Kecamatan Ngrambe), 09
PENINGKATAN KEMAMPUAN
MENGAPRESIASI PUISI KONTEMPORER MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND
LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS XII ILMU SOSIAL-4 SMA BATIK 1 SURAKARTA,
09
USING TACTILE AND KINESTHETIC
RESOURCES TO IMPROVE STUDENTS’ SPELLING ABILITY AND PRONUNCIATION
AWARENESS (AN ACTION RESEARCH AT THE FIFTH GRADE OF SD NEGERI POJOK 02
TAWANGSARI IN 2008/2009), 09
IMPROVING THE STUDENTS’
VOCABULARY MASTERY THROUGH INQUIRY-BASED TEACHING ( A Classroom Action
Research in the Fifth Grade Students of SDIT Az Zahra Sragen Academic Year
2008/2009), 09
A STUDY ON TEACHING-LEARNING
ACTIVITIES AT A DESIGNATED INTERNATIONAL STANDARD SCHOOL ( A Descriptive
Qualitative Study at a Designated International Standard School, SMP
Negeri I Sukoharjo in the 2008/2009 Academic Year), 09
PENGARUH PENDEKATAN KONSEP DAN
KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH
MENENGAH PERTAMA NEGERI KECAMATAN TIRTOMOYO TAHUN PELAJARAN 2008/2009
(Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri di Kecamatan Tirtomoyo),
09
THE IMPLEMENTATION OF
GENRE-BASED APPROACH IN THE TEACHING OF ENGLISH AT SMA N 1 KARANGANYAR AND
ITS EFFECTS IN PROMOTING STUDENTS’ CRITICAL THINKING (A Naturalistic Study
at SMA Negeri 1 Karanganyar in 2009), 09
IMPROVING THE STUDENTS’ ABILITY
IN UNDERSTANDING TEXT USING SMALL GROUP DISCUSSION ( A Classroom Action
Research at the Third Grade Students of SMA Negeri 2 Pare Kediri in
2008-2009 Academic Year), 09
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA (STUDI EKSPERIMEN
PADA SISWA SMA NEGERI KECAMATAN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2008/2009), 09
MODEL PEMBELAJARAN CTL
(CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DAN
MODUL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS MATERI POKOK ASAM
DAN BASA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BARAT MAGETAN TAHUN PELAJARAN
2008/2009), 09
TESIS
PENDIDIKAN BIOLOGI
Seperti
yang telah kita ketahui bahwa ilmu alam sangatlah luas cakupannya. Salah
satunya adalah ilmu biologi. Ilmu biologi merupakan ilmu yang mempelajari
tentang segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Seperti
manusia, hewan, tumbuhan, lingkungan, anatomi makhluk hidup, semua itu termasuk
dalam biologi. Berikut kami sajikan contoh judul-judul Tesis Biologi yang dapat
Anda gunakan sebagai acuan atau gambaran dalam penyelesaian tugas akhir atau
karya ilmiah.
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN
GROUP INVESTIGATION MELALUI HANDS ON ACTIVITIES DAN ELEARNING DITINJAU
DARI KREATIVITAS DAN GAYA BELAJAR SISWA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMA
Taruna Nusantara Kabupaten Magelang T.P 2008/2009 Materi Ekosistem), 09
HUBUNGAN KEKRABATAN TUJUH JENIS
BURUNG MERPATI FAMILIA COLUMBIDAE BERDASARKAN POLIMORFISME PROTEIN DARAH.
(1998)
PENGARUH INFUS BATANG TABAT
BAITO TEHADAP KADAR PROGESTERON DAN KAPASITAS REPRODUKSI MENCIT. (2005)
TESIS
PENDIDIKAN BK (BIMBINGAN KONSELING)
Layanan
bimbingan konseling selalu terdapat di setiap sekolah. Bimbingan konseling
mempunyai banyak fungsi diantaranya membantu siswa dalam memecahkan masalah,
mencegah siswa dari masalah serta membantu siswa dalam mengembangkan potensi
diri yang dimilikinya. Jika bimbingan sekolah tersebut berfungsi dengan baik
maka sekolah tersebut akan menjadi lebih baik dalam penanganan permasalahan
siswanya. Berikut adalah daftar contoh judul tentang Tesis Bimbingan Konseling.
ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN
MULTIKULTURAL BERBASIS KOMPETENSI PADA SISWA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT
PERTAMA (SLTP) DI KOTA MATARAM, 04
PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN
BERBASIS KOMPETENSI DI PONDOK PESANTREN SUNAN DRAJAT LAMONGAN, 05
HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN
MENTAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI
DI KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN PELAJARAN 2008/2009,
09
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA
PEMBELAJARAN LCD PROJECTOR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH LANDASAN
KEPENDIDIKAN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MAHASISWA (Studi Eksperimental
pada Mahasiswa Semester I STKIP PGRI Ngawi Tahun Akademik 2008/2009), 09
PENGARUH MODEL PAKEM TERHADAP
PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR
SISWA SD NEGERI DI KECAMATAN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2008/2009 (Studi
Eksperimen pada kelas V SDN di Kecamatan Wonogiri), 09
HUBUNGAN ANTARA SIKAP INOVATIF
DAN KEDISIPLINAN DENGAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS
RONGGOWARSITO KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2008,09
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
QUANTUM DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH 1 MAGETAN, 09
PENYELENGGARAAN KELAS UNGGULAN
DI SMA NEGERI 2 NGAWI
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
QUANTUM DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH 1 MAGETAN 09
PERAN BURSA KERJA KHUSUS DALAM
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 NGAWI (STUDI
NATURALISTIK), 09
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA
PEMBELAJARAN LCD PROJECTOR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH LANDASAN
KEPENDIDIKAN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MAHASISWA (Studi Eksperimental
pada Mahasiswa Semester I STKIP PGRI Ngawi Tahun Akademik 2008/2009), 09
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN
DAN PELATIHAN DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NGADIROJO
KABUPATEN WONOGIRI 09
HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN KERJA,
MOTIVASI KERJA, DAN PERSEPSI GURU TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
DENGAN KINERJA GURU SLB DI KABUPATEN DAN KOTA MADIUN, 09
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH
TSANAWIYAH DARUL ULUM KECAMATAN KENDAL, KABUPATEN NGAWI, JAWA TIMUR 08
HUBUNGAN KEEFEKTIFAN
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALITAS
GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN
WONOGIRI,09
ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN
MULTIKULTURAL BERBASIS KOMPETENSI PADA SISWA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT
PERTAMA (SLTP) DI KOTA MATARAM, 04
ANALISIS KEPEMIMPINAN ORANG TUA
TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK DI LINGKUNGAN ANAK DIDIK SD MEGALUH I JOMBANG
ANALISIS KESIAPAN FUNGSI
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BLORA DALAM UPAYA
PENUNTASAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA
SEKOLAH, MOTIVASI BERPRESTASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KEDISIPLINAN GURU
SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS DI KECAMATAN SLEMAN, KABUPATEN SLEMAN, PROPISI
DIY), 05
PROP_PENGARUH KEPEMIMPINAN
PENDIDIKAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA PADA MTs NEGERI
CAWAS, 03
PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI
TERHADAP KINERJA GURU PADA SEKOLAH MENENGAH UMUM DI KABUPATEN BANTUL, 03
PERILAKU KRISTIANI PEMIMPIN
KRISTEN DI RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU PURWODADI (Dalam Pengendalian
Keuangan), 05
PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 8 YOGYAKARTA
PERAN KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN
DUNIA USAHA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI
KERAWANG, 02
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KINERJA KEPALA SMP NEGERI DI KABUPATEN BANTUL,04
EFEKTIVITAS BIMBINGAN DAN
KONSELING DALAM PENANGGULANGAN KASUS KENAKALAN DAN KESULITAN BELAJAR SISWA
MAN II METRO KOTA METRO. (2009)
DR. Husamuddin bin Musa
‘Afanah—Ustadz bidang studi Fiqih dan Ushul Fiqih di Universitas al Quds,
Palestina—mengatakan :
Yang pertama mesti diingat bahwa
ilmu perbintangan sudah dikenal sejak dahulu dan orang-orang Arab dahulu biasa
menentukan waktu berdasarkan kemunculan bintang karena mereka tidak mengenal
perhitungan sehingga mereka menghafal waktu-waktu didalam setahun berdasarkan
bintang-bintang yang ingin tenggelam.
Para ulama syariah membagi ilmu
perbintangan ini menjadi dua bagian :
1. Ilmu perbintangan untuk
perhitungan, yaitu menentukan awal bulan-bulan dengan menghitung perjalanan
bintang. Berdasarkan perhitungan seperti ini maka mereka bisa mengetahui
waktu-waktu, zaman-zaman, musim, arah kiblat dan sebagainya. Ilmu perbintangan
seperti ini merupakan salah satu cabang dari ilmu falak. Dan seringkali
kebanyakan orang menamakan ilmu falak dengan ilmu perbintangan meski di sana
terdapat perbedaan yang jauh antara orang-orang ahli perbintangan dengan
orang-orang ahli falak dan antara ilmu perbintangan dengan ilmu falak.
Ahli nujum adalah orang yang
menganggap bahwa dirinya mengetahui nasib manusia, masa depan mereka, akhir
kehidupan mereka berdasarkan posisi bintang-bintang ketika muncul. Orang itu
melihat kepada bintang-bintang dan menghitung waktu terbit dan tenggelamnya dan
perjalanannya lalu dari situ dia memperkirakan keadaan manusia maupun alam ini.
Praktek ilmu perbintangan seperti ini kemudian dikenal dengan astrologi.
Astrologi adalah praktek
menggabungkan antara posisi bintang-bintang serta pergerakannya dengan prilaku,
perbuatan, akhir manusia dan si ahli nujum dengan bintang-bintang itu
mengumumkan bahwa bintang-bintang tersebut memberikan pengaruh kepada suatu
kehidupan maupun kematian manusia. Terhadap hal ini banyak para ulama atau ilmuwan
termasuk para ahli ilmu falak dan fuqaha menentang praktek astrologi dan
ramalan-ramalan seperti ini…” (Ceramah dengan judul “Ilmu Falak dan Penentuan
Awal Bulan Qomariyah”, DR. Yusuf Marwah.
As Syeikh Ibnu Ruslan
mengatakan,”Adapun ilmu perbintangan yang digunakan untuk mengetahui waktu
pergeseran arah kiblat, berapa yang lenyap dan berapa yang tersisa maka
tidaklah termasuk yang dilarang.” (Nailul Author juz VII hal 206)
2. Mengaitkan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda angkasa serta
menganggap bahwa susunan benda-benda angkasa mempunyai pengaruh terhadap
berbagai kejadian yang terjadi di bumi, inilah yang dimaksud dengan astrologi.
Astrologi diharamkan dan dilarang
oleh syariat karena sesungguhnya para astrolog ini menganggap adanya hubungan
antara kejadian-kejadian yang terjadi pada manusia dengan pergerakan
bintang-bintang dan menganggap bahwa ia memiliki pengaruh terhadap
kejadian-kejadian itu.
Para ulama islam telah bersepakat
tentang pengharaman ilmu nujum (astrologi) dalam makna yang seperti ini.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,”Perbuatan astrologi yang mengandung
hukum-hukum, pengaruh-pengaruh yaitu menggunakan keadaan benda-benda langit
serta memadukan antara kekuatan benda-benda langit dan kejadian-kejadian di
bumi adalah perbuatan yang diharamkan berdasarkan al Qur’an, sunnah maupun ijma
umat bahkan ia diharamkan pula melalui lisan para rasul di setiap agama.”
Asy Syeikh Ibnu Ruslan didalam “Syarh as Sunan” mengatakan,”Yang dilarang
adalah apa yang dianggap oleh para astrolog bahwa mereka mengetahui berbagai
kejadian yang belum terjadi dan yang akan terjadi di masa yang akan datang
serta mengira bahwa mereka dapat mengetahui itu semua melalui perjalanan
bintang-bintang di tempat edarnya, penyatuan maupun perpisahan diantara
bintang-bintang padahal itu merupakan monopoli Allah dengan ilmu-Nya.” (Nailul
Author juz VII hal 206)
Asy Syeikh Ibnu Utsaimin
mengatakan,”Astrologi termasuk jenis sihir dan perdukunan yang diharamkan
karena dibangun diatas khayalan yang tidak realistis. Maka tidaklah ada
hubungan antara kejadian-kejadian di bumi dengan apa yang terjadi di langit.
Dan keyakinan orang-orang jahiliyah adalah bahwa matahari dan bulan tidaklah
bersatu (gerhana) kecuali karena adanya kematian seseorang.
Pernah terjadi gerhana matahari di
masa Nabi saw di hari kematian putranya, Ibrahim, dan orang-orang saat itu
mengatakan,”Gerhana mataha ini terjadi karena kematian Ibrahim.” Maka Nabi saw
pun berkhutbah saat shalat gerhana dan bersabda,”Sesungguhnya matahari dan
bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah swt, dan tidaklah
terjadi gerhana dikarenakan kematian atau kehidupan seseorang.”
Artinya Nabi saw membantah
keterkaitan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda langit
sebagaimana bahwa lmu nujum dengan makna seperti ini (astrologi) adalah bagian
dari sihir dan perdukunan. Ia juga menjadi sebab terhadap berbagai khayalan dan
kebimbangan jiwa yang tidak realistis dan tidak memiliki dasar dan menjatuhkan
manusia kedalam berbagai khayalan, pesimistis serta kebimbangan yang tiada
berujung.” (Fatawa al Aqidah hal 336)
Dalil-dalil diharamkannya astrologi
ini demikian banyak diantaranya :
1. Dari Ibnu Abbas, ia berkata;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mempelajari
sebagian dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mempelajari cabang dari
ilmu sihir, semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya),
semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya)." (HR. Ahmad,
Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh al Albani)
Asy Syaukani mengatakan bahwa makna
“semakin bertambah dan semakin bertambah” adalah bertambah ilmu nujum
sebagaimana bertambah sihirnya maksudnya adalah apabila bertambah ilmu nujumnya
maka seakan-akan bertambah pula sihirnya. Telah diketahui bahwa pada dasarnya
ilmu sihir adalah haram dan menambah ilmu sihir ini lebih haram lagi
sebagaimana menambah ilmu nujum.” (Nailul Author juz VII hal 207)
2. Didalam riwayat lain dari Ibnu
Abbas bahwa Nabi saw bersabda,”Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu nujum
untuk hal-hal yang tidak disebutkan Allah swt maka ia telah mempelajari satu
cabang dari sihir. Ahli nujum adalah dukun dan dukun adalah penyihir dan
penyihir adalah kafir.” (HR. Rozin didalam musnadnya. Lihat Misykaat al
Mashobiih juz II hal 1296)
3. Dari Abi Mihjan bahwa Nabi saw
bersabda,”Yang aku khawatirkan dari umatku sepeninggalku adalah tiga :
kesewenang-wenangan umatku, mengimani (meyakini) ilmu nujum dan mendustakan
takdir.” (HR. Ibnu Asyakir dan Ibnu Abdil Barr di kitab “Jami’ Bayan al Ilmi”
dan dishahihkan oleh al Albani didalam “Shahih al Jami’” juz I hal 103)
4. Dari Abu Hurairoh dari Nabi saw
bersabda,”Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu dia bertanya
kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima shalat darinya selama 40 hari.”
5. Dari Abu Hurairoh berkata bahwa
Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa mendatangi seorang peramal atau dukun lalu
dia membenarkan perkataannya maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang
diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ashabus Sunan. Hadits ini shahih sebagaimana
dikatakan al Albani didalam “Shahih at Targhib wa at Tarhib” juz III hal 172)
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,”Peramal mencakup dukun, ahli nujum dan
sejenisnya termasuk orang-orang yang menganggap dirinya mengetahui
perkara-perkara dengan cara-cara demikian.” (Majmu al Fatawa juz XXXV hal 173)
Memperhatikan dua hadits terakhir
diatas bahwa sebatas mendatangi seorang dukun dan bertanya sesuatu kepadanya
sudah menjadikan seorang muslim mendapatkan sangsi dengan tidak diterima
shalatnya selama empat puluh hari. Dan apabila dia membenarkan perkataannya
maka dirinya telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad. Hal itu
dikarenakan apa yang diturunkan kepada Muhammad adalah firman Allah swt :
Artinya : “Katakanlah: "tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui
bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)
Artinya : “(dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak
memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul
yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat)
di muka dan di belakangnya.” (QS. Al Jin : 26 – 27)
Dan dari Anas bahwa Nabi saw
bersabda,”Yang aku khawatirkan dari umatku sepeninggalku adalah dua hal :
mendustakan takdir dan membenarkan (ilmu) nujum.” (HR. Abu Ya’la, Ibnu Adi dan
al Khatib. Hadits ini dishahihkan oleh al Albani) –(www.islamonline.net)
Ringkasnya bahwa ilmu ramalan dengan
menggunakan bintang untuk mengetahui nasib seseorang, seperti : jodoh, rezeki,
kehidupan atau kematiannya termasuk bentuk kemusyrikan yang dilarang agama.
Dan dilarang pula bagi seorang
muslim yang telah bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah mendatangi peramal
yang menggunakan perbintangan ini dan jika dirinya tidak mempercayai
perkataannya maka shalatnya selama empat puluh hari tidaklah diterima Allah dan
jika dia membenakannya maka dirinya telah dianggap kufur terhadap al Qur’an
yang telah diturunkan Allah swt kepada Rasulul-Nya Muhammad saw.
Wallahu A’lam
Sumber : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/percaya-ramalan-bintang-astrology.htm
Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
menerima Pasangan Cagub dan Wagub Hidayat Nur Wahid dan Didik J.
Rachbini di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Kamis
(26/04/2012).
Seperti dilansir Tribunnews, pada kesempatan tersebut Ketua PBNU KH
Said Aqil Siraj mendo’akan pasangan Hidayat – Didik yang datang dengan
mengenakan Batik Beresin Jakarta.
“NU hanya bisa mendoakan, Semoga menjadi pemimpin yang diridhai Allah
yang memang betul-betul (mengabdi) demi masyarakat Jakarta,” ujar Said
kepada wartawan di ruangannya lantai 3, Kantor PBNU.
Menurut Kyai Said, dirinya mengenal Hidayat sebagai sahabat saat
menuntut ilmu di Saudi Arabia. Saat itu, Kyai Said mengenyam pendidikan
doktornya di Universitas Ummul Quro, Mekkah, sedangkan Hidayat mengambil
doktor di salah satu universitas di Madinah.
“Pak Hidayat itu sahabat saya waktu di Mekkah, dan Madinah. Dia lulus
92, saya lulus 93. Walhasil kita sama-sama dari Saudi Arabia. Sebagai
sahabat, beliau ingin silaturahim menyambung dengan saya yang kebetulan
saya sebagai ketua PBNU,” ungkap Kyai Said.
Kyai Said dan Hidayat sempat melempar guyon ala pesantren. Didik yang
juga duduk di sebelah Hidayat tak mau kalah meningkahi anekdot yang
disampaikan Kyai Said. Suasana akrab terlihat di antara pengurus PBNU
dan rombongan Hidayat Nur Wahid.
Tak lama, pertemuan dilakukan tertutup. Kyai Said mengaku, obrolan
tadi hanya membicarakan ide-ide Hidayat bagaimana mencari terobosan
untuk Jakarta lebih baik, terutama masalah macet, kriminal, korupsi,
pendidikan, kesehatan, dan perdamaian antarumat beragama. (SJ/Foto:
Khairuddin Safri)
Artikel studi analisis tentang Perang Jamal dan Siffin
Sudah cukup lama saya ingin mengetahui fakta sejarah pasca kenabian Muhammad Saw. Selama ini saya merasakan bahwa pendidikan sejarah islam diajarkan secara sepotong-sepotong dan tidak sistematis, bahkan saya jadi tambah bingung Terutama pasca kerasulan. Dimulai dari kekhilafahan Abu bakar Assiddiq hingga terjadinya fitnah terbunuhnya Ustaman bin affan, yang kemudian meletus perang antar saudara muslim hingga zaman dinasti.
Rasa ingin tahu saya semakin tinggi seselah mendengar salah satu ungkapan aktifis dakwah dan beberapa alumni perguruan negeri islam tentang sosok Ummul Mukminin Aisyah ra dan Mu’awiyah. Ternyata banyak kesalah fahaman sikap terhadap beliau. Banyak buku-buku sejarah islam yang menampilkan wajah yang menyeramkan terkait dengan terjadinya fitnah perang jamal (onta) dan perang siffin.
Adanya realita sejarah perang Jamal (perang unta) dan perang Shiffin, tidak bisa dipungkiri. Namun yang tidak benar adalah analisanya yang ternyata versi musuh Islam. Sayangnya, sejarah yang kita baca, bahkan yang diajarkan di mata kuliah peradaban Islam di berbagai Universitas Islam di negeri ini, justru versi musuh-musuh Islam itu.
Akibatnya, sejarah Islam yang dibanggakan itu tampil dengan wajah menyeramkan, pertumpahan darah, sadis dan menjijikkan. Terutama wajah para shahabat nabi SAW, yang muncul tidak ubahnya seperti srigala liar kehausan darah karena ambisi kekuasaan. Padahal Al-Quran telah menyebut mereka para shahabat sebagai orang-orang yang diredhai.
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS At-Taubah: 100).
Analisa sejarah yang kita punya tidak pernah lepas dari apa yang ditulis oleh musuh Islam. Dan kesimpulan versi mereka, bahwa rusak dan pecahnya umat Islam ini berasal dari generasi shahabat. Karena ini sangat berbahaya sekali. Kalau kita pakai logikanya,seandainya generasi yang paling baik dari umat ini sudah dianggap menyeleweng, bagaimana dengan generasi berikutnya?
Padahal generasi para shahabat itu adalah generasi binaan Rasulullah SAW langsung, dengan keringat, airmata dan darah beliau. Bahkan Rasulullah SAW telah ridha atas mereka dan mereka ikut bersama dakwah Rasulullah bukan sebulan atau dua bulan, tapi banyak dari mereka yang sejak masa awal turunnya wahyu dibina langsung oleh manusia paling mulia di dunia ini.
Yang kita baca sebenarnya bukan sejarah, melainkan opini orang kafir. Dan opini itu ibarat pisau belati bermata dua. Di satu sisi seolah menawarkan studi kritik sejarah yang seolah ilmiyah dan histioris, namun di belakangnya ada mata khanjar yang tajam itu siap menghujam aqidah dan fikrah umat Islam.
Sayangnya, `studi historis' seperti inilah yang justru dilakukan oleh sebagian kalangan yang akrab dengan dunia kampus, sebagiannya bahkan menyandang gelar akademis yang lumayan, sebagian bahkan menyebut diri sebagai 'mujaddid'. Sayangnya lagi, di balik analisa itu ada sebuah cacian yang mereka bungkus dengan ungkapan 'kritik historis'atau 'kritik ilimyah'.
Misalnya kasus tahkim (arbitrase), kasus ini paling sering diangkat untuk menjatuhkan dan mencaci maki sebagian shahabat serta untuk mendiskreditkan mereka. Sayangnya, hampir semua kritik sejarah ini mengacu hanya sampai analisa para orientalis yang penuh dengan bumbu prasangka buruk.
Sedangkan sumber sejarah Islam yang paling asli dan merupakan sebuah report yang paling valid dan dipercaya, hampir-hampir tidak pernah disentuh. Jadi analisa itu tidak lebih hanya nukilan dari nukilannya nukilan nukilan. Mereka yang mengangkat diri sebagai kritikus sejarah itu, justru sama sekali belum pernah membaca literatur asli dari peristiwa di masa shahabat itu. Bahkan menyentuhnya pun belum pernah.
Meluruska persepsi terjadinya perang jamal (perang onta)
Berawal dari terjadinya fitnah pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan ra., Abdulah bin Saba’ dan kaumnya mendatangi Ali bin Abi Thalib ra. dan kemudian memprovokasinya untuk menggantikan Utsman bin Affan ra. Namun Ali bin Abi Thalib ra. menolak provokasi tersebut bahkan kemudian membunuh sebagian pengikut Abdullah bin Saba’ namun Abdullah bin Saba’ sendiri berhasil melarikan ke Mesir.
Ketika berada di Mesir dia bertemu dengan beberapa kaum munafiquun untuk merencanakan suatu makar yang hebat. Kemudian dengan pengaruhnya, Abdullah bin Saba’ berhasil membuat opini tentang keburukan pemerintahan Utsman bin Affan ra di Madinah. sehingga beberapa orang kaum muslimin terpengaruh oleh cerita yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ tersebut.
Setelah dirasakan banyak kaum muslimin yang terpengaruh olehnya maka Abdullah bin Saba’ berangkat ke madinah beserta rombongannya menuju Madinah. Sesampainya Madinah Abdullah bin Saba’ dan rombongannya membuat fitnah yang besar terhadap Khalifah Utsman bin Affan.
Saking hebatnya fitnah itu karena juga disebarkan oleh rombongan Abdullah bin Saba’ yang besar jumlahnya maka sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhum terpengaruh oleh ucapan kaum munafiquun tersebut sampai – sampai putra Khalifah pertama yaitu Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq mendatangi Khalifah Utsman bin Affan ra. dengan marah dan menarik jenggotnya.
Dan pada puncaknya kaum munafiquun dan sebagian kaum muslimin yang baik yang terprovokasi oleh ucapan Abdullah bin Saba’ dan pengikutnya mengepung rumah Utsman bin Affan ra. kemudian membunuhnya.
Setelah meninggalnya Utsman bin Affan ra. maka kaum munafiquun dan sebagian sahabat serta kaum muslimin yang lain membai’at Ali bin Abi Thalib ra. sebagai Khalifah berikut. Kemudian munculah fitnah yang menyebabkan sahabat terpecah belah yaitu tentang hukuman bagi para pembunuh Utsman bin Affan ra.
Sahabat radhiyallahu’anhum terpecah menjadi 2 kubu yaitu kubu Ali bin Abi Thalib ra. dan kubu ‘Aisyah ra., Mu’awiyyah ra., Thalhah ra., Zubair ra dan lainnya. Kubu ‘Aisyah ra dan sahabat lainnya menuntut disegerakannya hukuman qishas bagi pembunuh Utsman bin Affan ra. Namun Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. menundanya karena 2 ijtihad, pertama negara dalam keadaan kacau sehingga perlu ditertibkan dahulu dan yang kedua pembunuh Utsman bin Affan ra. sebagian adalah munafiquun dan sebagian lagi kaum muslimin yang baik yang termakan provokasi, maka Ali bin Abi Thalib ra. membutuhkan kepastiannya.
Namun ‘Aisyiah ra., Thalhah ra., Zubair ra., dan sahabat nabi yang lain tetap pada ijtihadnya yaitu menuntut Ali bin Abi Thalib ra untuk menyegerakan hukuman qishas terhadap para pembunuh Utsman bin Affan ra.
Akhirnya setelah masing – masing sahabat Nabi tersebut membawa pasukan dan siap untuk berperang, lalu kemudian Ali bin Abi Thalib ra. sepakat dengan pihak ‘Aisyah ra. dan menyetujui untuk menyegerakan hukuman qishas terhadap para pembunuh Utsman bin Affan ra. Rupanya kesepakatan Ali dengan kubu ‘Aisyah ra. membuat gerah kaum munafiquun yang dipimpin oleh Abdullah bi Saba’
Pada malam harinya (Perang Jamal berlangsung pada malam hari) kaum munafiquun menyusup ke barisan sahabat Thalhah ra. dan Zubair ra. dan melakukan penyerangan mendadak. Karena merasa diserang maka kubu Thalhah ra. dan Zubair ra. balas menyerang ke pasukan Ali bin Abi Thalib ra dan perang besar pun tak terhindarkan. Perang ini disebut Perang Jamal dan berakhir dengan kemenangan Ali bin Abi Thalib ra. dan meninggalnya 2 orang sahabat yang dijamin masuk surga yaitu Thalhah ra. dan Zubair ra.
Sahabat Mu’awiyyah ra. yang pada waktu itu masih menjadi Gubernur di Damaskus menggerakan pasukannya menuju Madinah dengan tuntutan yang sama yaitu menyegerakan mengqishas pembunuh Utsman bin Affan ra.
Karena keadaan yang semakin kacau Ali bin Abi Thalib ra. tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut lalu terjadilah perang yang berikutnya yang dikenal dengan nama Perang Shiffin yang berakhir dengan gencatan senjata meskipun pada waktu itu Ali bin Abi Thalib ra. hampir memenangkan pertempuran tersebut. Lalu Mu’awiyyah ra. kembali ke Damaskus dan tetap menolak membaiat Ali bin Abi Thalib ra. sebagai Khalifah (Lalu sebagian kaum muslimin membai’at Muawiyyah ra. sebagai Amirul Mukminin)
Dan pada itu negara Islam terbagi 2 yaitu Ali bin Abi Thalib ra di Madinah dan Mua’wiyyah ra. di Damaskus. Pada kondisi tersebut ada sebagian kecil kaum muslimin yang tidak puas kepada keduanya, dan kaum muslimin yang tidak puas kepada Ali ra. dan Mu’awiyyah ra. mereka membentuk firqah baru (inilah firqah pertama dalam Islam, disusul Syiah, Mu’tazilah, Murji’ah, Jahmiyyah, Qadariyyah, Jabariyyah dan lain sebagainya) yang disebut sebagai Khawarij dan mereka mengkafirkan kedua sahabat nabi tersebut.
Lalu kaum Khawarij mengutus pembunuh kepada keduanya, namun qadarullah hanya Ali bin Abi Thalib ra yang terbunuh, sedangkan percobaan pembunuhan terhadap Muawiyyah ra. dapat digagalkan.
Anjuran:
Sebaiknya kita tidak menelan mentah-mentah pendapat penulis sejarah yang tidak diketahui ketshiqahannya contohnya “Faraq fauda” seorang ilmuan orientalis libral yg meng hujat sahabat dalam bukunya al-Haqiqah al-Ghaybah; yang diterjaemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi “kebenaran yang hilang” disingkat menjadi (KYH)
Dan Sebaiknya kita tabayun terhadap buku-buku sejarah yang mendiskreditkan Islam…..dan mengimbangi dengn membaca literatur2 yang terbukti ketsubutannya…akan lebih tercerahkan ketika kita membaca buku-buku dibawah ini:
1.Kibab Al-‘awaasim wal qawaasim ditulis oleh: Al-qadhi Abu bakr ibnul ‘arabi.
2.Tarikhur Rusul wal Muluk karya imam At-Thabari
3.Tahqiq Mawaqifus Shahabah Fil Fitnah karya Prof. Dr. Muhammad Amhazun.
Versi terjemah oleh Dr. Daud Rasyid MA dengan judul Fitnah Kubro (belum punya bukunya, sudah cari-cari di toko buku ternyata sudah tidak dicetak lagi. Kalo ada yg punya pinjem yah…buat di foto kopi…hehe…:)