Slide 1

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan*Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.*Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. *Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.*Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq:1-5)

Slide 2

Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Mujadilah:11)

Slide 3

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan”.(Q.S Ali Imran 83)

Slide 4

Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)

Slide 5

Dan bertakwalah kepada Allah. Allah mengajarmu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 282)

Rabu, 14 November 2012

Fungsi Manajemen dan konsep Al-qur’an

Fungsi Manajemen dan konsep Al-qur’an

Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen serta kaitannya dengan konsep Agama Islam:

a.    Fungsi Perencanaan/Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut. Untuk menilai baik dan tidaknya menajemen sebuah organisasi akan terlihat dari awal menrencanakan program dan langkah-langkah dalam pencapian tujuan. Kegiatan atau program tanpa perencanaan menyebabkan aktivitas keorganisasian tidak terah dan terkesan acak-acakan.
Dalam proses perencanaan terhadap program yang akan dilaksanakan, khususnya dalam lembaga pendidikan Islam, maka prinsip perencanaan harus mencerminkan terhadap nilai-nilai islami yang bersumberkan pada al-Qur'an dan al-Hadits. Dalam hal perencanaan ini al-Qur'an mengajarkan kepada manusia :
Artinya:  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: Al-Hasyr: 18)

b.    Fungsi Pengorganisasian/Organizing

Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki organisasi atau perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan. Sebagai seorang manager harus mampu mengorganisir Sumber Daya Mansia dan sumber daya yang lainnya sehingga regulasi organisasi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan merupakan sebuah mata rantai yang saling berhubungan satu sama lain, antara Pimpinan dengan yang dipimpin atau atasan dengan bawahan.

Wujud dari pelaksanaan organizing ini adalah tampaknya kesatuan yang utuh, kekompakan, kesetiakawanan dan terciptanya mekanisme yang sehat, sehingga kegiatan lancar, stabil dan mudah mencapai tujuan yang ditetapkan. Proses organizing yang menekankan pentingnnya tercipta kesatuan dalam segala tindakan, dalam hal ini al-Qur'an telah menyebutkan betapa pentingnya tindakan kesatuan yang utuh, murni dan bulat dalam suatu organisasi.
Dalam konsep Al-qur’an, kesatuan yang utuh, murni dan bulat dalam suatu organisasi, disebutkan dalam fiman Allah Swt sebagai berikut:
Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(QS: Al-Imran: 103)

Selanjutnya al-Qur'an memberikan petunjuk agar dalam suatu wadah, tempat, persaudaraan, ikatan, organisasi, kelompok, janganlah timbul pertentangan, perselisihan, percekcokan yang mengakibatkan hancurnya kesatuan, runtuhnya mekanisme kepemimpinan yang telah dibina.
Dalam Firmannya yang lain Allah Swt berkata :
Artinya : Dan taatilah Allah dan RasulNya, jangalah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar, hilang kekuatanmu, dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Al-Anfal : 46)

c.    Fungsi Pengarahan/Directing
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya. Seorang manajer yg baik adalah mereka yang mampu menjadikan dirinya selain seorang pimpinan juga seorang partner kerja, seorang sahabat sekaligus seorang guru bagi yang dia pimpin.
 Problem yang sering terjadi dalam sebuah perusahaan atau organisasi adalah dimana seorang pemimpin atau manager selalu memposisikan diri sebagai atasan, tidak sebagai guru atau pembimbing, karyawan atau bawahan yang melakukan kesalahan adalah sasaran empuk untuk melampiaskan kemarahan dan lain sebagainya, padahal sebenarnya seorang manajer mempunyai fungsi mengarahkan dan membimbing Sumber Daya Manusia agar berjalan sinergis, dinamis dan memuaskan.

Al-Qur'an dalam hal ini telah memberikan pedoman dasar terhadap proses pembimbingan, pengarahan ataupun memberikan peringatan dalam bentuk actuating ini. Allah berfirman :
Artinya: Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, (QS. al-Kahfi: 2)

d.    Fungsi Evaluasi/Controling
Fungsi evaluasi adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.  Evaluasi dalam konteks manajemen adalah proses untuk memastikan bahwa aktivitas yang dilaksanakan benar sesuai apa tidak dengan perencanaan sebelumnya. Contohnya evaluasi dalam manajemen masjid, maka mempunyai dua batasan pertama; evaluasi tersebut merupakan proses/kegiatan untuk menentukan kemajuan dan kemakmuran masjid dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan, kedua; evaluasi yang dimaksud adalah usaha untuk memperoleh informasi berupa umpan balik (feed back) dari kegiatan yang telah dilakukan.

Controlling itu penting sebab merupakan jembatan terakhir dalam rantai fungsional kegiatan-kegiatan manajemen. Pengendalian merupakan salah satu cara para manajer untuk mengetahui apakah tujuan-tujuan organisasi itu tercapai atau tidak dan mengapa terpai atau tidak tercapai. Selain itu controlling adalah sebagai konsep pengendalan, pemantau efektifitas dari perencanaan, pengorganisasian, dan kepemimpinan serta pengambilan perbaikan pada saat dibutuhkan.Kaitannya dengan evaluasi, Allah SWT telah mengingatkan kita dalam ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan evaluasi/controllilg yaitu:

 Artinya:“ padahal ssungguhnya bagi kamu ada malaikat yang mengawasi pekerjaanmu (10) yang mulia disisi Allah dan yang mencatat pekerjaan itu (11) mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS: Al-Infithar: 10-12)

Bersambung....

Senin, 07 Mei 2012

Promo Lesbi, Hina Nabi, Lecehkan Al-Qur’an

Sebagian pegiat legalisasi homoseksual dan lesbianisme, tampaknya menjadikan Nabi Luth a.s. sebagai sasaran kebencian dan umpatan mereka. Al-Quran memang menggambarkan perjuangan Nabi Luth a.s. yang begitu berat dalam menghadapi kemunkaran yang dikerjakan kaumnya, sehingga Nabi Luth diusir dari kampungnya.
Al-Quran menggambarkan perjuangan Nabi Luth sebagai berikut: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya:
“Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).

Di dalam Surat Hud ayat 82 dikisahkan: “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah-tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”
Kerusakan perilaku seksual kaum Luth ini juga ditegaskan oleh Rasulullah saw:
“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibn Majah).
Dalam Tafsir Al-Azhar, Prof. Hamka menjelaskan, bagaimana sangat merusaknya penyakit ’kaum Luth’, sehingga mereka diazab dengan sangat keras oleh Allah SWT. Hamka sampai menyebut bahwa perilaku seksual antar sesama jenis ini lebih rendah martabatnya dibandingkan binatang.
Binatang saja, kata Hamka, masih tahu mana lawan jenisnya. Hamka mengutip sebuah hadits Rasulullah saw.: “… dan apabila telah banyak kejadian laki-laki ’mendatangi’ laki-laki, maka Allah akan mencabut tangan-Nya dari makhluk, sehingga Allah tidak mempedulikan di lembah mana mereka akan binasa.” (HR at-Tirmidzi, al-Hakim, dan at-Tabhrani).
Hamka menulis dalam Tafsirnya tentang pasangan homoseksual yang tertangkap tangan: “Sahabat-sahabat Rasulullah saw. yang diminta pertimbangannya oleh Sayyidina Abu Bakar seketika beliau jadi Khalifah, apa hukuman bagi kedua orang yang ’mendatangi’ dan ’didatangi’ itu, karena pernah ada yang tertangkap basah, semuanya memutuskan kedua orang itu wajib dijatuhi hukuman mati.” (Lihat, Tafsir al-Azhar, Juzu’ 8).
Bisa digambarkan, betapa gundah dan marahnya kaum homo dan lesbi beserta para pendukungnya, terhadap sosok Nabi Luth yang mencoba menghentikan budaya syahwat merdeka pada kaum liberal di masa itu. Sebuah situs http://www.savethe males.ca, pada 16 Oktober 2004, menulis berita tentang Irshad Manji dengan judul ”Lesbian Muslim Reformer is a New World Orderly.” Ditulis: ”Muslim ”reformer” and lesbian activist Irshad Manji, 35, symbolizes the globalist push to extinguish true religion and enslave humanity.”
Tentang akitivitas Irshad Manji dalam mendukung dan mempromosikan lesbianisme bisa dilihat dalam situsnya: www.irshadmanji.com. Kaum liberal pun membanggakannya sebagai sosok ”lesbian” yang – katanya – gigih melakukan ijtihad. Seorang aktivis liberal membanggakan Irshad Manji dengan menulis judul artikel dalam Jurnal Perempuan (edisi khusus Lesbian, 2008) berjudul: Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad. Ditulis di jurnal ini: ”Manji sangat layak menjadi inspirasi kalangan Islam khususnya perempuan di Indonesia.”
Sebuah contoh gugatan terhadap sosok Nabi Luth a.s. ditunjukkan oleh sekumpulan mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Semarang yang menerbitkan Jurnal JUSTISIA. Pada Edisi 25, Th XI, 2004, diturunkan laporan utama berjudul ”Indahnya Kawin Sesama Jenis”. Dengan gagahnya, redaksi menulis pengantar: “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan.”
Selanjutnya, artikel-artikel di Jurnal itu diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual”, (Semarang:Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005). Disebutkanlah strategi ke arah legalisasi perkawinan sesame jenis (homo dan lesbi), yaitu: (1) mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang telah dirampas oleh negara, (2) memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya, (3) melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, (4) menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus antara laki-laki dan wanita.” (hal. 15).

Hina Nabi lecehkan al-Quran
Para penyokong gerakan legalisasi homoseksual ini berani membuat tafsir baru atas ayat-ayat al-Quran, dengan membuat tuduhan-tuduhan keji terhadap Nabi Luth. Seorang penulis dalam buku ini, misalnya, menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut. Si penulis kemudian mengaku bersikap kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam al-Quran surat al-A’raf :80-84 dan Hud :77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari faktor kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya dengan dua laki-laki, yang kebetulan homoseks.
Ditulis dalam buku ini sebagai berikut : ‘’Karena keinginan untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth, malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya tahu, al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo disamping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo.” (hal. 39).
Cercaan terhadap Nabi Luth dan al-Quran terus dilanjutkan berikut ini: “Luth yang mengecam orientasi seksual sesama jenis mengajak orang-orang di kampungnya untuk tidak mencintai sesama jenis. Tetapi ajakan Luth ini tak digubris mereka. Berangkat dari kekecewaan inilah kemudian kisah bencana alam itu direkayasa. Istri Luth, seperti cerita al-Quran, ikut jadi korban. Dalam al-Quran maupun Injil, homoseksual dianggap sebagai faktor utama penyebab dihancurkannya kaum Luth, tapi ini perlu dikritisi… saya menilai bencana alam tersebut ya bencana alam biasa sebagaimana gempa yang terjadi di beberapa wilayah sekarang. Namun karena pola pikir masyarakat dulu sangat tradisional dan mistis lantas bencana alam tadi dihubung-hubungkan dengan kaum Luth…. ini tidak rasional dan terkesan mengada-ada. Masa’, hanya faktor ada orang yang homo, kemudian terjadi bencana alam. Sementara kita lihat sekarang, di Belanda dan Belgia misalnya, banyak orang homo nikah formal… tapi kok tidak ada bencana apa-apa.” (hal. 41-42).
****
Para mahasiswa tersebut – saat itu – sedang menimba ilmu di sebuah Perguruan Tinggi yang menyandang nama Islam, juga nama “Walisongo” (IAIN Walisongo Semarang). Para Wali itu adalah penyebar dan pendakwah Islam yang sangat gigih di Tanah Jawa. Wali Songo tidak bermain-main dalam masalah agama. Para Wali Songo bersikap tegas terhadap penyelewengan aqidah yang dilakukan oleh Syekh Siti Jenar.
Di dalam tradisi keilmuan Islam, sangat ditekankan masalah adab, bukan hanya kebebasan berpikir dan berbicara. Tiap manusia harus memahami adab bicara. Pemain bola di Eropa ada yang dihukum karena bicara bernada rasis. Seorang anak juga tidak bebas bicara kepada orang tuanya dengan – misalnya – bertanya kepada ayahnya: “Ayah, benarkah saya anak ayah? Tolong buktikan secara ilmiah!”
Adab juga menekankan sikap “tahu diri”. Tidak gampang bicara dan menulis sesuka hati, tanpa merujuk kepada pendapat para ulama yang punya otoritas tafsir ilmu al-Quran. Di dalam tiap bidang keilmuan, kita mengakui adanya otoritas. Tidak semua manusia bebas bicara dalam soal keilmuan. Contohnya, pelawak Thukul dan Prof. Mahfud MD sama-sama manusia. Tetapi, nilai kata-kata keduanya tidaklah sama saat bicara tentang arti pasal-pasal dalam UUD 1945. Dalam bidang ekonomi, begitu juga. Kita mengakui ada otoritas keilmuan dari para pakar ekonomi yang sudah diakui tingkat keilmuannya oleh komunitas ilmuwan internasional di bidang tersebut. Dalam bidang Fisika, kita akan tertawa geli jika ada mahasiswa baru belajar rumus-rumus dasar fisika lalu berterak-teriak, bahwa Newton, Einstein, Stephan Hawking, Habibie, ternyata bodoh semua!
Adalah suatu kehancuran besar, jika adab keilmuan ini tidak ditegakkan dalam bidang Ulumuddin. Jika kita mengakui al-Quran adalah Kitab wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, maka logikanya pasti kita mengakui, bahwa manusia yang paling memahami al-Quran adalah Nabi Muhammad SAW. Kemudian, Nabi SAW menunjuk sejumlah sahabatnya yang beliau sebut sangat ahli dalam Tafsir al-Quran, seperti Ibnu Abbas dan Abdullah bin Mas’ud. Berikutnya, muncul para ahli tafsir al-Quran dari kalangan Tabi’in, Tabi’it Tabi’in, dan seterusnya.
Sebagaimana dalam bidang Ilmu Ekonomi, Ilmu Fisika, dan sebagainya, Ilmu Tafsir juga merupakan ilmu yang sudah sangat matang perkembangannya dalam tradisi keilmuan Islam. Begitu juga Ilmu Ushul Fiqih, Ilmu Fiqih, Ilmu Nahwu, Ilmu Sharaf, Ilmu Kalam. Jika hendak belajar Tafsir al-Quran, seharusnya orang mau merujuk kepada ilmuwan atau ulama yang memahami Ilmu Tafsir al-Quran.
Jika ditelaah dengan sedikit cermat saja, tampak bahwa Irshad Manji bukanlah orang yang punya otoritas memadai dalam pemahaman al-Quran. Itu bisa dilihat dalam bukunya, ”Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini”, yang bisa di-unduh di situsnya. Dalam buku ini, Irshad Manji, menyandarkan keraguannya terhadap al-Quran pada pendapat Christoph Luxenberg (seorang pendeta Kristen asal Lebanon yang menyembunyikan nama aslinya). Kata Manji: ”Jika al-Quran dipengaruhi budaya Yahudi-Kristen – yang sejalan dengan klaim bahwa al-Quran meneruskan wahyu-wahyu sebelumnya – maka bahasa Aramaik mungkin telah diterjemahkan oleh manusia ke dalam bahasa Arab. Atau, salah diterjemahkan dalam kasus hur, dan tak ada yang tahu berapa banyak lagi kata yang diterjemahkan secara kurang tepat. Bagaimana jika semua ayat salah dipahami?” (hal. 96).
Pendapat Christoph Luxenberg menyatakan bahwa selama ini umat Islam salah memahami al-Quran, yang seharusnya dipahami dalam bahasa Syriac. Tentang surga, dengan nada sinis Manji menyatakan, bahwa ada human error yang masuk ke dalam al-Quran. Menurut riset yang baru, tulis Manji, yang diperoleh para martir atas pengorbanan mereka adalah kismis, dan bukan perawan. “Nah, bagaimana bisa Al-Quran begitu tidak akurat?” tulisnya.
Pendapat Luxenberg yang dicomot begitu saja oleh Irshad Manji bahwa bahasa al-Quran harus dipahami dalam bahasa Aramaik telah ditulis dalam buku “Die syro-aramaeische Lesart des Koran: Ein Beitrag zur Entschluesselung der Koransprache”. Pendapat Luxenberg pun sangat lemah dan sudah banyak artikel ilmiah yang menanggapinya. Dr. Syamsuddin Arif telah mengupas masalah ini secara tajam dalam bukunya, “Orientalis dan Diabolisme Intelektual”.
Menurut Syamsuddin, Professor Hans Daiber, misalnya, memberikan seminar terbuka tentang karya Luxeberg itu selama satu semester penuh di Departemen Orientalistik Universitas Frankfurt, dimana ia ungkapkan sejumlah kelemahan-kelemahan buku itu secara metodologi dan filologi. Salah satu kelemahan Luxenberg, misalnya, untuk mendukung analisis dan argumen-argumennya, mestinya Luxenberg merujuk pada kamus bahasa Syriac atau Aramaic yang ditulis pada abad ke-7 atau 8 Masehi (zaman Islam), dan bukan menggunakan kamus bahasa Chaldean abad ke-20 karangan Jacques E. Manna terbitan tahun 1.900!
Jadi, penghormatan berlebihan terhadap Irshad Manji, merusak dua hal sekaligus: otoritas keilmuan Islam dan juga asas-asas akhlak Islam. Kita yakin, masih banyak ulama, cendekiawan, dan kalangan umat Islam yang sadar dan cinta akan agamanya. Kita cinta negeri kita, sehingga kita berharap, negeri Muslim terbesar ini tidak menjadi tong sampah pemikiran! Wallaahu a’lam bil-shawab

 Sumberl: http://adianhusaini.com
(Dr. Adian Husaini, MA. Depok, 5 Mei 2012).

Selasa, 01 Mei 2012

MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR ANAK

Seringkali orang tua mengeluh tentang masalah belajar anaknya.  Di satu sisi orang tua mengharapkan anaknya mengalami proses belajar dan sukses dalam akademis, namun di sisi lain mengalami frustasi bagaimana memotivasi anak memiliki kegemaran belajar bukan karena dia diharuskan belajar. 
Orang tua sangat memiliki peran penting dalam membangun semangat belajar anak. Pendampingan diperlukan selama anak masih bergantung pada peran serta orang tua.  Dalam pendampingan, hubungan yang baik antara orang tua dan anak akan memudahkan komunikasi.  Berikut adalah prinsip-prinsip dalam menumbuhkan semangat belajar pada anak.
Teladan orang tua dalam memandang perlunya belajar.  Sebelum membicarakan tentang minat anak itu sendiri, perlu menjadi perhatian orang tua adalah pentingnya memberikan teladan belajar di rumah.  Jangan sampai sebagai orang tua menyuruh bahkan memarahi anak untuk belajar sementara orang tua malah nonton TV atau melakukan hal-hal lainnya yang membuat anak berpendapat belajar adalah hal yang sangat membosankan.  Orang tua perlu memberikan contoh ‘belajar’ dalam kehidupan sehari-hari sehingga belajar bukan menjadi beban bagi anak-anak tetapi menjadi gaya hidup.  Selain itu menjadi orang tua yang gemar membaca akan membawa teladan bagi anak-anaknya.  Jika orang tua suka membaca dan belajar, maka anak akan lebih mudah untuk menirunya.


Ciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak.  Misalnya, orang tua ikut duduk dan mendampingi anak belajar di sebelah mejanya, atau sekadar menanyakan bagaimana dia menyelesaikan tugas sekolah sepanjang hari itu. Buatlah belajar menjadi proses yang menyenangkan. Tidak perlu banyak marah dan tekanan.  Selain itu orang tua perlu memahami karakteristik belajar anak.  Apakah si anak auditory learning, visual learning atau kinesthetic learning.  Hal ini perlu dipahami agar tidak salah menciptakan gaya belajar yang efektif untuk anak.  Jangan takut untuk menanyakan kepada anak bagaimana dia memilih cara belajar yang nyaman.  Yang terpenting, sebagian anak-anak sangat suka belajar dari orang tua dengan proses informal: berdiskusi, suasana humor, saat makan, atau rekreasi bersama.

Beritahukan kepada anak tujuan mereka belajar.  Banyak anak sebenarnya pandai, namun lingkungan kurang menantang dia untuk berusaha. Beberapa anak sudah puas dengan nilainya dan enggan berusaha lebih. Karena itu, orang tua dan guru perlu bekerja sama untuk mendorong anak menemukan tujuan belajar atau cita-cita hidupnya.  Anak perlu mengerti hubungan antara sekolah dan bekerja.  Oleh karena itu, orang tua perlu meluangkan waktu untuk mendiskusikan cita-cita anak dan bagaimana mereka bisa meraihnya.  Tanamkan dalam pikiran mereka bahwa salah satu cara untuk menjadi orang yang berhasil mencapai cita-cita adalah dengan rajin belajar dan sekolah.  Ini penting dilakukan ketika anak menginjak masa remaja awal.  Berikan padanya ide yang menyangkut pendalaman hobi atau pekerjaan yang ingin ditekuninya kelak.  Jika memungkinkan, ajaklah mereka ke kantor atau mengerjakan beberapa pekerjaan ringan di waktu libur.  Secara berkala, evaluasi anak dan jangan segan mengubah atau membuat target baru. Kalau perlu catat dan tempelkan di dinding ruang belajarnya. 

Kembangkan kecerdasan anak dengan mempelajari hal-hal lain selain pelajaran sekolah.  Belajar, sebenarnya tidak sekadar mengulang pelajaran di sekolah, namun belajar adalah hal yang sebaiknya tetap dilakukan. Orang tua perlu memperhatikan pelajaran apa yang paling disukai dan tidak ia sukai.  Jika anak-anak Anda bisa mengikuti pelajaran sekolah dengan baik, ajaklah mereka untuk mempelajari hal lain selain pelajaran sekolah.  Jika Anda sudah mengetahui bakat anak sejak dini, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengembangkan kecerdasan majemuknya (multiple intelligences) saat anak masuk sekolah formal.

Ketika memasuki usia remaja, beberapa anak biasanya mengalami kemunduran dalam semangat belajar. Ini gejala yang normal, karena pikiran mereka sudah mulai bercabang. Mereka mulai tertarik untuk memikirkan teman sebaya (peer group), diri sendiri, hobi, keluarga (orang tua dan saudara), pelajaran, dan sebagainya. Daripada memarahi mereka, lebih baik Anda membangun hubungan yang lebih baik dan menumbuhkan rasa percaya dalam diri mereka kepada Anda.

(Sumber: Julianto Simanjuntak, MDiv, MSi - LK3)

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SAMBUTAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2012 RABU, 2 MEI 2012 .


Assalamualaikum warahamtullahi wabarakatuh, 


Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, Hadirin, peserta upacara yang berbahagia, Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur kehadirat Illahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan dan kecintaan sehingga kita dapat melaksanakan peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012, dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Melalui peringatan ini, perkenankan saya, atas nama Pemerintah, ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang diberikan dalam menumbuhkembangkan dunia pendidikan. Dalam kesempatan ini pula, saya ingin menyampaikan ‘’Selamat Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2012”. Semoga segala ikhtiar kita untuk memajukan dunia pendidikan menjadi semakin berkualitas dan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan semakin terbuka dan dapat segera terwujud. Hadirin sekalian yang berbahagia, Pada peringatan Hari Pendidkan Nasional tahun ini, kita patut bersyukur karena bidang kebudayaan telah kembali ke “rumah besar” pendidikan setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun. Kementerian ini, terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Sejatinya, kebudayaan memang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Ibarat dua keping mata uang. Yang satu dengan lainnya memiliki makna dan nilai yang sama; tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada penanaman nilai-nilai budaya menyertainya. Sudah tentu tambahan amanah ini jangan diartikan sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk menyempurnakan dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Hadirin sekalian yang berbahagia, Kita semua telah memahami bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan mobilitas fisik dan nonfisik (termasuk kebudayaan dan peradaban) semakin tinggi. Mobilitas yang tinggi tersebut memunculkan dominasi peradaban tertentu, benturan antarperadaban atau terbentuknya konvergensi peradaban. Dalam kaitan dengan inilah, peran dunia pendidikan menjadi penting dalam membangun peradaban bangsa yang didasarkan atas jati diri dan karakter bangsa. Tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012 ini adalah Bangkitnya Generasi Emas Indonesia. Tema ini sejalan dengan hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita, yaitu Ki Hajar Dewantoro, yang pada hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Hadirin sekalian yang berbahagia, Kita semua harus bersyukur bahwa pada periode tahun 2010 sampai 2035, bangsa kita dikarunai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa potensi sumber daya manusia berupa populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa. Jika kesempatan emas yang baru pertama kalinya terjadi sejak Indonesia merdeka tersebut dapat kita kelola dan manfaatkan dengan baik, populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa tersebut insya Allah akan menjadi bonus demografi (demographic dividend) yang sangat berharga . Di sinilah peran strategis pembangunan bidang pendidikan untuk mewujudkan hal itu menjadi sangat penting. Akan tetapi, sebaliknya, bukan mustahil kesempatan emas tersebut menjadi bencana demografi (demographic disaster) bila kita tidak dapat mengelolanya dengan baik. Sudah tentu hal ini tidak kita inginkan. Pada periode tahun 2010 sampai tahun 2035 kita harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan; mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi. Tentu perluasan akses tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, sekalipun kita semua memahami bahwa pendidikan itu adalah sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan. 
Hadirin sekalian yang berbahagia, Untuk mempersiapkan generasi emas tersebut, telah disiapkan kebijakan yang sistemiatis, yang memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal secara masif. Untuk itu, mulai tahun 2011 telah dilakukan gerakan pendidikan anak usia dini, penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, penyiapan pendidikan menengah universal (PMU) yang insya Allah akan dimulai tahun 2013. Di samping itu, perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses secara khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi berkemampuan akademik. Hadirin, peserta upacara yang berbahagia, Akhirnya, kami mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional kepada semua pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, penggiat dan pecinta dunia pendidikan di seluruh tanah air. Semoga apa yang kita tanam dan semai dalam dunia pendidikan selama ini, menjadi bagian dari amal kebajikan. Kita semua ingat ungkapan bijak, ”Semai dan tanamlah biji dari tumbuhan yang kamu miliki meskipun kamu tahu esok akan mati.” dan “Siapa yang menanam, dia yang akan memetik”. Marilah kita berlomba-lomba menanam kebaikan. Insya Allah kita dan anak cucu kita akan memperoleh kebaikan itu. Amin. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Jakarta, 2 Mei 2012 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad NUH  

Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

Senin, 30 April 2012

CONTOH-CONTOH JUDUL TESIS PENDIDIKAN


Disini terdapat contoh tesis pendidikan, diantara yang berhubungan dengan Penelitian Tindakan Sekolah ataupun Penelitian Tindakan Kelas. Untuk mempermudah sudah dilakukan pengkategorian.
TESIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, TESIS PENDIDIKAN  BAHASA, TESIS BAHASA INGGRIS, TESIS PENDIDIKAN BIOLOGI, TESIS PENDIDIKAN  BK (BIMBINGAN KONSELING) , TESIS PENDIDIKAN MMF (FARMASI), TESIS PENDIDIKAN FISIKA, TESIS PENDIDIKAN IPS GEOGRAFI, TESIS PENDIDIKAN IPA, TESIS PENDIDIKAN  IPS , MANAJEMEN PENDIDIKAN, TESIS PENDIDIKAN MATEMATIKA , PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN, DLL
TESIS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Berikut ini adalah daftar judul-judul untuk Tesis Pendidikan Agama Islam. Dengan bermacam studi kasus yang diangkat dapat membantu dalam penyelesaian tugas akhir Anda. Sebagai referensi atau gambaran untuk tugas akhir Anda bila mana terdapat studi kasus yang tidak terlalu berbeda dengan studi kasus yang Anda angkat. Tesis Pendidikan Agama Islam banyak mengankat tentang kehidupan beragama seperti pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku sehari-hari dan studi tentang perbaikan akhlak.
  • REKONSTRUKSI KONSEP DASAR ILMU UPAYA MENGINTEGRASIKAN ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM. (SUATU TELAAH EPISTIMOLOGI) (Ma.G, 2001)
  • NILAI -NILAI ISLAM DALAM TRADISI GADAI PADA MASYARAKAT BANJA KODYA BANJARMASIN. (MaG, 2001)
  • EPISTIMOLOGI HUKUM ISLAM MUHAMMAD ABDUH. (1998)
  • IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP KEPEMIMPINAN VISIONER DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM. (STUDI DI MA AL-IRSYAD DEMAK JAWA TENGAH). (2007)
  • PERANAN PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI PROSES PEMBEBASAN MANUSIA DARI BERBAGAI PROBLEM KEHIDUPAN
  • HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENGALAMAN IBADAH SISWA KELAS VI SD SE GUGUS 4 DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN PANJATAN KABUPATEN KULON PROGO TAHUN AJARAN 2002/2003
  • PENILAIAN PORTOFOLIO PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KONTEKS PELAKSANAAN KELAS DI SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KECAMATAN MUNTILAN MAGELANG
  • PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (PANDANGAN ISLAM TENTANG MANUSIA, SIFAT, TUJUAN PENCIPTAAN DAN PERANAN AKALNYA) , 04
  • LANDASAN ILMU PENDIDIKAN NUBUWAH
  • PARTISIPASI PONDOK PESANTREN DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KABUPATEN MAGELANG , 03
  • PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA, SEKOLAH DAN MASYARAKAT TERHADAP PENGALAMAN NILAI-NILAI ISLAMI BAGI SISWA MTSN MODEL SAMARINDAA, 03
  • PLURALISME AGAMA, PASCA MODERNISME DAN PENDIDIKAN AGAMA DI INDONESIA (TELAAH BUKU TEKS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMU), 02
  • PENDIDIKAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA IBU BEKERJA DI KOTA SAMARINDA – 03
  • SISTEM PENDIDIKAN NILAI AGAMA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI MADRASAH ALIYAH WAKHID HASYIM GATEN SLEMAN YK (TINJAUAN TENTANG GURU DALAM INTERAKSI EDUKATIF), 03
  • PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM (TINJAUAN KASUS PGSD IKIP NEGERI GORONGTALO), 02
  • REKONSTRUKSI KONSEP DASAR ILMU UPAYA MENGINTEGRASIKAN ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM (SUATU TELAAH EPISTIMOLOGI), 01
  • EPISTIMOLOGI HUKUM ISLAM MUHAMMAD ABDUH, 98
  • NILAI-NILAI ISLAM DALAM TRADISI GADAI PADA MASYARAKAT BANJAR DI KOTAMADYA BANJARMASIN, 01
  • MODEL STRUKTURAL RELIGIUS TERHADAP AKTUALISASI PERILAKU RELIGIUS SISWA SMUN KOTA YOGYAKARTA
  • PENGARUH PRESTASI PELAJARAN AGAMA TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI KAB BANTUL
  • PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENINGKATAN AKHLAK SISWA (STUDI KASUS PEMBINAAN SISWA SMP N 2 GIRIWOYO)
  • PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM PELAKSANAAN PENGAJARAN FIQH DI MTsN
  • MODEL MENGATASI KEKERASAN SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA (STUDI DESKRIPTIF ANALITIK DI MTsN I YK)
  • PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PENGEMBANGAN SDM ”PANDANGAN ISLAM TENTANG MANUSIA, SIFAT, TUJUAN, PENCIPTAAN DAN PERANAN AKALNYA”
  • PARTISIPASI PONDOK PESANTREN DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KAB MAGELANG
  • PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAK MULIA TERHADAP PELAKSANAAN IBADAH SHOLAT SISWA ”STUDI KASUS DI SLTP N I DLINGO BANTUL”
  • PERUBAHAN PERILAKU KEAGAMAAN SANTRI MANULA (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN JOMO KAUMAN PAYAMAN)
  • LANDASAN ILMU PENDIDIKAN NUBUWA (SEBUAH STUDI EKSPLORATIF DARI KITAB SUCI AL QUR’ AN)
  • METODE PENUGASAN DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SLTP TAMAN SISWA BANTUL YK
  • STUDI TENTANG PENERAPAN METODE PENGAJARAN DALAM PEMBELAJARAN AL QUR’AN HADIST DI MTsN BBABDAN BARU SLEMAN
  • VISI PENDIDIKAN ETIKA LINGKUNGAN ALAM DALAM AL QUR’AN
  • PENINGKATAN PEREMPUAN DALAM PRESPEKLTIF PENDIDIKAN ISLAM
  • PERANAN PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI PROSES PEMBEBASAN MANUSIA DARI BERBAGAI PROBLEM KEHIDUPAN
  • PENDIDIKAN KESEHATAN MANUSIA MENURUT PENDEKATAN AJARAN ISLAM
  • HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENGAMALAN IBADAH SISWA KELAS VI SD SEGUGUS 4 DINAS PENDIDIKAN KEC PANJATAN KULON PROGO TH AJARAN 2002/2003
  • GERAKAN KELUARGA SAKINAH (STUDI PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELOMPOK KELUARGA SAKINAH DI KAB TEMANGGUNG)
  • REKONSTRUKSI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH KEAGAMAAN NEGEI SURAKARTA (PENDEKATAN TQM)
TESIS PENDIDIKAN  BAHASA
Tesis Pendidikan Bahasa atau biasa disebut linguistik mencakup sastra, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa serta pelajaran bahasa asing. Tema yang diangkat bisa tentang upaya peningkatan kemampuan pengucapan dalam Bahasa Inggris misalnya, peningkatan keefektifan dalam belajar bahasa asing, atau dapat berupa kajian sastra yang terkandung dalam suatu karya novel, puisi, cerita pendek dan sebagainya. Sebagai referensi Anda maka kami menyediakan daftar contoh Tesis Pendidikan Bahasa seperti tertera di bawah ini.
  • HUBUNGAN MINAT MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 BULUSULUR DI KECAMATAN WONOGIRI KABUPATEN WONOGIRI, 09
  • KAJIAN NOVEL SUPERNOVA KARYA DEWI LESTARI DAN NOVEL JENDELA-JENDELA KARYA FIRA BASUKI (Pendekatan Intertekstualitas dan Nilai Pendidikan), 09
  • HUBUNGAN PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP CARA MENGAJAR GURU DENGAN KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN PARAGRAF (Survai pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Sukoharjo), 09
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS V SDN TEGUHAN 2 KECAMATAN PARON MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009 09
  • PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN DISKUSI DAN PREDICTION GUIDE DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA ( STUDI KASUS PADA POKOK MATERI DINAMIKA GERAK LURUS KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2008/2009), 09
  • HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN BAHASA FIGURATIF DAN MINAT MEMBACA CERITA PENDEK DENGAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI CERITA PENDEK (Survei pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Wonogiri), 09
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS V SDN TEGUHAN 2 KECAMATAN PARON MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TAHUN PELAJARAN 2008/2009, 09
  • PENGARUH METODE MEMBACA SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, DAN REVIEW (SQ3R) TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V DI KECAMATAN TIRTOMOYO DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR, 09
  • HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENGUASAAN STRUKTUR KALIMAT DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI (Survei di SMP Negeri Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun 2008/2009), 09
  • HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD KECAMATAN KENDAL KABUPATEN NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009, 09
  • PENGARUH MEDIA GAMBAR DAN VERBALIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS SUDIRMAN KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2009, 09
  • UPAYA MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI KREATIFITAS GURU DALAM MERANCANG TUGAS-TUGAS KOMUNIKATIF DI SMU 2 WONOSARI. (BHS, 2004)
  • PERFORMANSI BERBICARA DALAM BAHASA INGGRIS MAHASISWA JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FISIPOL UMY. (2004)
  • SUMBANGAN KOMPETENSI LINGUISTIK, LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KETRAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS BAHASA INDONESIA SISWA KELAS II SLTPN II DI KABUPATEN SLEMAN. (2004)
  • KEFEKTIFAN MGMP BAHASA DAN SASTRA INDONESIA TERHADAP PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SMA KABUPATEN BANTUL. (2005)
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI SASTRA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS II AKUNTANSI SMKN 1 BANTUL. (2005)
  • MANAJEMEN PEMBELAJARAN KONTEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SMP DALAM MENGAPRESIASI SASTRA. (2005)
  • KEEFEKTIFAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN APRESISASI SASTA MELALUI PENDEKATAN TERPADU SI SDN 2 KALIREJO KEBUMEN. SEBUAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (2004)
  • KESEPADANAN MAKNA TERJEMAHAN DARI FRASE NOMINA BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA PARA PENERJEMAH DI KOTA YOGYAKARTA. (2003)
  • KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMP I KRETEK KABUPATEN BANTUL, 06
  • UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MATERI YANG BERORIENTASI PADA TEKS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI BANTUL 2 PENELITIAN TINDAKAN KELAS, 05
  • KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR SERAPAN BAHASA ASING SISWA KELAS II SMUN DI KAB. KULON PROGO DIY, 99
  • PENGETAHUAN DASAR, KEMAMPUAN KEBAHASAAN DAN KOMPENTENSI MEMBACA DAN MENULIS BAHASA ARAB PADA SISWA MTSN SALATIGA, 00
  • UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA JAWA MELALUI KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN INTELEKTUAL, 05
  • UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS WACANA EKSPOSISI DAN ARGUMENTASI SISWA KELAS II SLTPN I PLERET DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL – 05
  • HUBUNGAN INTENSITAS MENDENGARKAN CERAMAH, PEMAHAMAN BUKU, TEKS, DAN PARTISIPASI BERORGANISASI DENGAN KETRAMPILAN BERPIDATO DALAM BAHASA INDONESIA PADA SISWA MAN YOGYAKARTA
  • RANCANGAN INSTRUMEN PENELITIAN UNTUK VARIABEL TERIKAT (Y): KETRAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN
  • A STUDY OF THE RELATION BETWEEN HABIT AND AGE TOWARD ASPIRATION MASTERY AMONG ENGLISH LEARNERS OF SENIOR HIGH SCHOOL AND PGSD STUDENTS, 08
  • THE CONTRIBUTION OF PLOT, SETTING AND MAIN CHARACTERS TOWARD THE THEME SEEN IN STEINBECK’S THE PEARL , 07
  • TRANSKRIPSI FONETIS BAHASA JAWA KABUPATEN BANJARNEGARA DAN WONOSOBO/1995
  • WARNA DAERAH DALAM TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI
  • KAKAWIN SUMANASANTAKA PUPUH LXIII – CX STUDI TENTANG METRUM DAN MAKNA SWAYAMBARA , 96
TESIS BAHASA INGGRIS
Bahasa Inggris tergolong sebagai bahasa yang paling diminati oleh masyarakat di dunia, hampir setiap sekolah maupun universitas di dunia menerapkan bahasa inggris dalam kurikulum pendidikan. Banyak orang yang beranggapan bahwa bahasa inggris menjadi suatu standar bahasa di dunia. Di Indonesia banyak mahasiswa yang berminat untuk mempelajari bahasa inggris demi menunjang kariernya dalam dunia kerja. Berikut kami berikan contoh-contoh tesis bahasa inggris sebagai referensi bagi mahasiswa dalam penyusunan tesis bahasa inggris.
  • IMPROVING STUDENTS’ READING COMPREHENSION THROUGH ROLE PLAY (An Action Research at the Eighth Grade of SMPN 16 Surakarta 2008/2009), 09
  • PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TAHUN PELAJARAN 2008/2009 ( Sebuah Penelitian SMP Negeri di Kecamatan Ngrambe), 09
  • PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAPRESIASI PUISI KONTEMPORER MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS XII ILMU SOSIAL-4 SMA BATIK 1 SURAKARTA, 09
  • USING TACTILE AND KINESTHETIC RESOURCES TO IMPROVE STUDENTS’ SPELLING ABILITY AND PRONUNCIATION AWARENESS (AN ACTION RESEARCH AT THE FIFTH GRADE OF SD NEGERI POJOK 02 TAWANGSARI IN 2008/2009), 09
  • IMPROVING THE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY THROUGH INQUIRY-BASED TEACHING ( A Classroom Action Research in the Fifth Grade Students of SDIT Az Zahra Sragen Academic Year 2008/2009), 09
  • A STUDY ON TEACHING-LEARNING ACTIVITIES AT A DESIGNATED INTERNATIONAL STANDARD SCHOOL ( A Descriptive Qualitative Study at a Designated International Standard School, SMP Negeri I Sukoharjo in the 2008/2009 Academic Year), 09
  • PENGARUH PENDEKATAN KONSEP DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI KECAMATAN TIRTOMOYO TAHUN PELAJARAN 2008/2009 (Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri di Kecamatan Tirtomoyo), 09
  • THE IMPLEMENTATION OF GENRE-BASED APPROACH IN THE TEACHING OF ENGLISH AT SMA N 1 KARANGANYAR AND ITS EFFECTS IN PROMOTING STUDENTS’ CRITICAL THINKING (A Naturalistic Study at SMA Negeri 1 Karanganyar in 2009), 09
  • IMPROVING THE STUDENTS’ ABILITY IN UNDERSTANDING TEXT USING SMALL GROUP DISCUSSION ( A Classroom Action Research at the Third Grade Students of SMA Negeri 2 Pare Kediri in 2008-2009 Academic Year), 09
  • PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA SMA NEGERI KECAMATAN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2008/2009), 09
  • MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DAN MODUL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS MATERI POKOK ASAM DAN BASA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BARAT MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2008/2009), 09
TESIS PENDIDIKAN BIOLOGI
Seperti yang telah kita ketahui bahwa ilmu alam sangatlah luas cakupannya. Salah satunya adalah ilmu biologi. Ilmu biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Seperti manusia, hewan, tumbuhan, lingkungan, anatomi makhluk hidup, semua itu termasuk dalam biologi. Berikut kami sajikan contoh judul-judul Tesis Biologi yang dapat Anda gunakan sebagai acuan atau gambaran dalam penyelesaian tugas akhir atau karya ilmiah.
  • PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN GROUP INVESTIGATION MELALUI HANDS ON ACTIVITIES DAN ELEARNING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN GAYA BELAJAR SISWA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang T.P 2008/2009 Materi Ekosistem), 09
  • HUBUNGAN KEKRABATAN TUJUH JENIS BURUNG MERPATI FAMILIA COLUMBIDAE BERDASARKAN POLIMORFISME PROTEIN DARAH. (1998)
  • PENGARUH INFUS BATANG TABAT BAITO TEHADAP KADAR PROGESTERON DAN KAPASITAS REPRODUKSI MENCIT. (2005)
TESIS PENDIDIKAN  BK (BIMBINGAN KONSELING) 
Layanan bimbingan konseling selalu terdapat di setiap sekolah. Bimbingan konseling mempunyai banyak fungsi diantaranya membantu siswa dalam memecahkan masalah, mencegah siswa dari masalah serta membantu siswa dalam mengembangkan potensi diri yang dimilikinya. Jika bimbingan sekolah tersebut berfungsi dengan baik maka sekolah tersebut akan menjadi lebih baik dalam penanganan permasalahan siswanya. Berikut adalah daftar contoh judul tentang Tesis Bimbingan Konseling.
  • ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KOMPETENSI PADA SISWA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) DI KOTA MATARAM, 04
  • PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI DI PONDOK PESANTREN SUNAN DRAJAT LAMONGAN, 05
  • HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI DI KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN PELAJARAN 2008/2009, 09
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN LCD PROJECTOR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH LANDASAN KEPENDIDIKAN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MAHASISWA (Studi Eksperimental pada Mahasiswa Semester I STKIP PGRI Ngawi Tahun Akademik 2008/2009), 09
  • PENGARUH MODEL PAKEM TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SD NEGERI DI KECAMATAN WONOGIRI TAHUN AJARAN 2008/2009 (Studi Eksperimen pada kelas V SDN di Kecamatan Wonogiri), 09
  • HUBUNGAN ANTARA SIKAP INOVATIF DAN KEDISIPLINAN DENGAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS RONGGOWARSITO KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2008,09
  • PELAKSANAAN PEMBELAJARAN QUANTUM DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH 1 MAGETAN, 09
  • PENYELENGGARAAN KELAS UNGGULAN DI SMA NEGERI 2 NGAWI
  • PELAKSANAAN PEMBELAJARAN QUANTUM DI SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH 1 MAGETAN 09
  • PERAN BURSA KERJA KHUSUS DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 NGAWI (STUDI NATURALISTIK), 09
  • PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN LCD PROJECTOR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH LANDASAN KEPENDIDIKAN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR MAHASISWA (Studi Eksperimental pada Mahasiswa Semester I STKIP PGRI Ngawi Tahun Akademik 2008/2009), 09
  • HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DAN PELATIHAN DENGAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI 09
  • HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN PERSEPSI GURU TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SLB DI KABUPATEN DAN KOTA MADIUN, 09
  • PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL ULUM KECAMATAN KENDAL, KABUPATEN NGAWI, JAWA TIMUR 08
  • HUBUNGAN KEEFEKTIFAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALITAS GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN WONOGIRI,09
  • ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KOMPETENSI PADA SISWA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) DI KOTA MATARAM, 04
  • ANALISIS KEPEMIMPINAN ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK DI LINGKUNGAN ANAK DIDIK SD MEGALUH I JOMBANG
  • ANALISIS KESIAPAN FUNGSI DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN BLORA DALAM UPAYA PENUNTASAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN
  • PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI BERPRESTASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KEDISIPLINAN GURU SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS DI KECAMATAN SLEMAN, KABUPATEN SLEMAN, PROPISI DIY), 05
  • PROP_PENGARUH KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA PADA MTs NEGERI CAWAS, 03
  • PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI TERHADAP KINERJA GURU PADA SEKOLAH MENENGAH UMUM DI KABUPATEN BANTUL, 03
  • PERILAKU KRISTIANI PEMIMPIN KRISTEN DI RUMAH SAKIT PANTI RAHAYU PURWODADI (Dalam Pengendalian Keuangan), 05
  • PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 8 YOGYAKARTA
  • PERAN KEPALA SEKOLAH, GURU, DAN DUNIA USAHA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI KERAWANG, 02
  • FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEPALA SMP NEGERI DI KABUPATEN BANTUL,04
  • EFEKTIVITAS BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENANGGULANGAN KASUS KENAKALAN DAN KESULITAN BELAJAR SISWA MAN II METRO KOTA METRO. (2009)



HUKUM MEMPERCAYAI RAMALAN BINTANG

DR. Husamuddin bin Musa ‘Afanah—Ustadz bidang studi Fiqih dan Ushul Fiqih di Universitas al Quds, Palestina—mengatakan :
Yang pertama mesti diingat bahwa ilmu perbintangan sudah dikenal sejak dahulu dan orang-orang Arab dahulu biasa menentukan waktu berdasarkan kemunculan bintang karena mereka tidak mengenal perhitungan sehingga mereka menghafal waktu-waktu didalam setahun berdasarkan bintang-bintang yang ingin tenggelam.
Para ulama syariah membagi ilmu perbintangan ini menjadi dua bagian :

1. Ilmu perbintangan untuk perhitungan, yaitu menentukan awal bulan-bulan dengan menghitung perjalanan bintang. Berdasarkan perhitungan seperti ini maka mereka bisa mengetahui waktu-waktu, zaman-zaman, musim, arah kiblat dan sebagainya. Ilmu perbintangan seperti ini merupakan salah satu cabang dari ilmu falak. Dan seringkali kebanyakan orang menamakan ilmu falak dengan ilmu perbintangan meski di sana terdapat perbedaan yang jauh antara orang-orang ahli perbintangan dengan orang-orang ahli falak dan antara ilmu perbintangan dengan ilmu falak.
Ahli nujum adalah orang yang menganggap bahwa dirinya mengetahui nasib manusia, masa depan mereka, akhir kehidupan mereka berdasarkan posisi bintang-bintang ketika muncul. Orang itu melihat kepada bintang-bintang dan menghitung waktu terbit dan tenggelamnya dan perjalanannya lalu dari situ dia memperkirakan keadaan manusia maupun alam ini. Praktek ilmu perbintangan seperti ini kemudian dikenal dengan astrologi.

Astrologi adalah praktek menggabungkan antara posisi bintang-bintang serta pergerakannya dengan prilaku, perbuatan, akhir manusia dan si ahli nujum dengan bintang-bintang itu mengumumkan bahwa bintang-bintang tersebut memberikan pengaruh kepada suatu kehidupan maupun kematian manusia. Terhadap hal ini banyak para ulama atau ilmuwan termasuk para ahli ilmu falak dan fuqaha menentang praktek astrologi dan ramalan-ramalan seperti ini…” (Ceramah dengan judul “Ilmu Falak dan Penentuan Awal Bulan Qomariyah”, DR. Yusuf Marwah.
As Syeikh Ibnu Ruslan mengatakan,”Adapun ilmu perbintangan yang digunakan untuk mengetahui waktu pergeseran arah kiblat, berapa yang lenyap dan berapa yang tersisa maka tidaklah termasuk yang dilarang.” (Nailul Author juz VII hal 206)

2. Mengaitkan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda angkasa serta menganggap bahwa susunan benda-benda angkasa mempunyai pengaruh terhadap berbagai kejadian yang terjadi di bumi, inilah yang dimaksud dengan astrologi.
Astrologi diharamkan dan dilarang oleh syariat karena sesungguhnya para astrolog ini menganggap adanya hubungan antara kejadian-kejadian yang terjadi pada manusia dengan pergerakan bintang-bintang dan menganggap bahwa ia memiliki pengaruh terhadap kejadian-kejadian itu.
Para ulama islam telah bersepakat tentang pengharaman ilmu nujum (astrologi) dalam makna yang seperti ini. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,”Perbuatan astrologi yang mengandung hukum-hukum, pengaruh-pengaruh yaitu menggunakan keadaan benda-benda langit serta memadukan antara kekuatan benda-benda langit dan kejadian-kejadian di bumi adalah perbuatan yang diharamkan berdasarkan al Qur’an, sunnah maupun ijma umat bahkan ia diharamkan pula melalui lisan para rasul di setiap agama.”

Asy Syeikh Ibnu Ruslan didalam “Syarh as Sunan” mengatakan,”Yang dilarang adalah apa yang dianggap oleh para astrolog bahwa mereka mengetahui berbagai kejadian yang belum terjadi dan yang akan terjadi di masa yang akan datang serta mengira bahwa mereka dapat mengetahui itu semua melalui perjalanan bintang-bintang di tempat edarnya, penyatuan maupun perpisahan diantara bintang-bintang padahal itu merupakan monopoli Allah dengan ilmu-Nya.” (Nailul Author juz VII hal 206)

Asy Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan,”Astrologi termasuk jenis sihir dan perdukunan yang diharamkan karena dibangun diatas khayalan yang tidak realistis. Maka tidaklah ada hubungan antara kejadian-kejadian di bumi dengan apa yang terjadi di langit. Dan keyakinan orang-orang jahiliyah adalah bahwa matahari dan bulan tidaklah bersatu (gerhana) kecuali karena adanya kematian seseorang.

Pernah terjadi gerhana matahari di masa Nabi saw di hari kematian putranya, Ibrahim, dan orang-orang saat itu mengatakan,”Gerhana mataha ini terjadi karena kematian Ibrahim.” Maka Nabi saw pun berkhutbah saat shalat gerhana dan bersabda,”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah swt, dan tidaklah terjadi gerhana dikarenakan kematian atau kehidupan seseorang.”
Artinya Nabi saw membantah keterkaitan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda langit sebagaimana bahwa lmu nujum dengan makna seperti ini (astrologi) adalah bagian dari sihir dan perdukunan. Ia juga menjadi sebab terhadap berbagai khayalan dan kebimbangan jiwa yang tidak realistis dan tidak memiliki dasar dan menjatuhkan manusia kedalam berbagai khayalan, pesimistis serta kebimbangan yang tiada berujung.” (Fatawa al Aqidah hal 336)

Dalil-dalil diharamkannya astrologi ini demikian banyak diantaranya :
1. Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya), semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya)." (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh al Albani)
Asy Syaukani mengatakan bahwa makna “semakin bertambah dan semakin bertambah” adalah bertambah ilmu nujum sebagaimana bertambah sihirnya maksudnya adalah apabila bertambah ilmu nujumnya maka seakan-akan bertambah pula sihirnya. Telah diketahui bahwa pada dasarnya ilmu sihir adalah haram dan menambah ilmu sihir ini lebih haram lagi sebagaimana menambah ilmu nujum.” (Nailul Author juz VII hal 207)
2. Didalam riwayat lain dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda,”Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu nujum untuk hal-hal yang tidak disebutkan Allah swt maka ia telah mempelajari satu cabang dari sihir. Ahli nujum adalah dukun dan dukun adalah penyihir dan penyihir adalah kafir.” (HR. Rozin didalam musnadnya. Lihat Misykaat al Mashobiih juz II hal 1296)
3. Dari Abi Mihjan bahwa Nabi saw bersabda,”Yang aku khawatirkan dari umatku sepeninggalku adalah tiga : kesewenang-wenangan umatku, mengimani (meyakini) ilmu nujum dan mendustakan takdir.” (HR. Ibnu Asyakir dan Ibnu Abdil Barr di kitab “Jami’ Bayan al Ilmi” dan dishahihkan oleh al Albani didalam “Shahih al Jami’” juz I hal 103)
4. Dari Abu Hurairoh dari Nabi saw bersabda,”Barangsiapa yang mendatangi seorang peramal lalu dia bertanya kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima shalat darinya selama 40 hari.”

5. Dari Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa mendatangi seorang peramal atau dukun lalu dia membenarkan perkataannya maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ashabus Sunan. Hadits ini shahih sebagaimana dikatakan al Albani didalam “Shahih at Targhib wa at Tarhib” juz III hal 172) Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,”Peramal mencakup dukun, ahli nujum dan sejenisnya termasuk orang-orang yang menganggap dirinya mengetahui perkara-perkara dengan cara-cara demikian.” (Majmu al Fatawa juz XXXV hal 173)

Memperhatikan dua hadits terakhir diatas bahwa sebatas mendatangi seorang dukun dan bertanya sesuatu kepadanya sudah menjadikan seorang muslim mendapatkan sangsi dengan tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Dan apabila dia membenarkan perkataannya maka dirinya telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad. Hal itu dikarenakan apa yang diturunkan kepada Muhammad adalah firman Allah swt :
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Artinya : “Katakanlah: "tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا ﴿٢٦﴾
إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا ﴿٢٧﴾

Artinya : “(dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al Jin : 26 – 27)
Dan dari Anas bahwa Nabi saw bersabda,”Yang aku khawatirkan dari umatku sepeninggalku adalah dua hal : mendustakan takdir dan membenarkan (ilmu) nujum.” (HR. Abu Ya’la, Ibnu Adi dan al Khatib. Hadits ini dishahihkan oleh al Albani) –(www.islamonline.net)

Ringkasnya bahwa ilmu ramalan dengan menggunakan bintang untuk mengetahui nasib seseorang, seperti : jodoh, rezeki, kehidupan atau kematiannya termasuk bentuk kemusyrikan yang dilarang agama.
Dan dilarang pula bagi seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah mendatangi peramal yang menggunakan perbintangan ini dan jika dirinya tidak mempercayai perkataannya maka shalatnya selama empat puluh hari tidaklah diterima Allah dan jika dia membenakannya maka dirinya telah dianggap kufur terhadap al Qur’an yang telah diturunkan Allah swt kepada Rasulul-Nya Muhammad saw.
Wallahu A’lam

Sumber : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/percaya-ramalan-bintang-astrology.htm